Banner HONDA

TENTANG DIA (SERI 2)

TENTANG DIA  (SERI 2)

Dr. Alfarabi, M.A-IST-

Mengenal Winan membuatku lebih memahami  bagaimana orang lain memandang  diri kita. 

‘Abi, Islam itu keras ya?’

Gak  juga,  Islam itu damai. Media aja yang suka besar-besarin sekelompok orang yang membawa-bawa Islam, media suka yang ribut-ribut’

‘Jadi Islamnya terkelompok-kelompok gitu dong?’

‘Islamnya sih satu, tapi interprestasinya aja yang beda-beda. Itu kali kenapa dibilang terkotak-kotak. Kayaknya  setiap agama ngalamin perbedaan interprestasi deh, Kristen juga gitu kan?

‘Iya sih, ada juga’

‘Cuma memang kadang psikologinya orang beragama itu tergantung tempatnya. Kalau di Indonesia mungkin kamu yang ngerasa minoritas dan khawatir. Kalau di Eropa, pas isu terorisme menunjuk ke Islam,  pasti orang-orang Islam yang minoritas di sana juga khawatir’.

‘Gak kok, aku gak khawatir’

*

‘Eh Winan, kalau besok gak ada kerjaan, temani aku buka puasa di alun-alun yuk?’

‘Boleh’

 

Ih Abi, seru ya ternyata. Rame banget, makasih ya udah ngajak’

Kami  duduk di hamparan rumput sintetis alun-alun Kota Bandung. Menyempil di antara  orang-orang yang juga  sedang menunggu bedug magrib. Beberapa  anak kecil berlarian di depan kami. Winan tertawa, tangannya kadang sibuk mengembalikan bola yang menyasar ke arah kami.  

‘ Abi, beli itu’, tangannya menunjuk tukang sosis yang lewat di hadapan kami. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: