Banner HONDA

Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD 2026, Lebih dari 113 Ribu SPPT PBB Mulai Disebar ke Warga

Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD 2026, Lebih dari 113 Ribu SPPT PBB Mulai Disebar ke Warga

Noni Yuliesti--

BENGKULUEKSPRESS.COMPemerintah Kota Bengkulu terus mengintensifkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Salah satu langkah yang kini dikebut adalah optimalisasi penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui percepatan pencetakan dan distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) kepada masyarakat.

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkot Bengkulu memastikan seluruh dokumen pajak dapat diterima wajib pajak lebih awal sehingga pembayaran PBB dapat dilakukan sejak awal tahun.

Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, menjelaskan bahwa proses pencetakan SPPT PBB telah dimulai sejak Februari 2026. Tahun ini, jumlah SPPT yang dicetak mencapai 113.398 lembar dan saat ini tengah didistribusikan ke seluruh wilayah Kota Bengkulu.

“Sejak Februari lalu kami sudah melakukan pencetakan massal SPPT PBB. Tahun ini jumlah yang dicetak dan akan didistribusikan sebanyak 113.398 SPPT,” ujar Noni.

Untuk menjamin dokumen sampai ke tangan wajib pajak, Bapenda menerapkan pola distribusi berjenjang. SPPT terlebih dahulu disalurkan ke kecamatan, kemudian diteruskan ke kelurahan sebelum dibagikan kepada para ketua RT untuk disampaikan langsung kepada warga.

BACA JUGA:PT Astra Honda Motor Buka Lowongan Kerja Budget Planning dan Control Analyst 2026, Cek Syaratnya!

BACA JUGA:Penataan DDTS Dimulai, Kawasan Wisata Ikonik Bengkulu Bersolek Jadi Destinasi Modern

Menurut Noni, pola tersebut dipilih agar proses distribusi berjalan lebih efektif sekaligus memastikan tidak ada wajib pajak yang terlewat.

Tak hanya mendistribusikan, Bapenda juga melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses penyaluran di lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh SPPT diterima oleh masyarakat yang berhak dan sesuai dengan data yang tercatat.

“Kami juga melakukan monitoring dan pengawasan agar pendistribusian SPPT PBB berjalan tepat sasaran serta benar-benar sampai kepada masyarakat,” tambahnya.

Optimalisasi penerimaan PBB menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung target PAD Kota Bengkulu tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp400 miliar. 

Peningkatan pendapatan daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Selain mempercepat distribusi SPPT, Bapenda juga terus mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital yang semakin mudah diakses masyarakat. 

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait