Banner HONDA

RSJK Soeprapto Bisa Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

RSJK Soeprapto Bisa Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

RSJK Soeprapto Bisa Terapi Anak Berkebutuhan Khusus--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Dalam upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu membuka layanan terapi khusus bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Layanan ini ditujukan bagi anak dengan keterlambatan bicara (speech delay), autisme, hiperaktif, sindrom Down, gangguan belajar, hingga keterlambatan perkembangan akademik.

Berlokasi di Ruang Cendrawasih RSKJ Soeprapto, terapi ini dilaksanakan secara rawat jalan dengan dukungan tenaga profesional serta fasilitas yang memadai. Pelayanan ini dapat diakses oleh pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan, sehingga terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, dr. Herry Permana, MKM mengatakan bahwa layanan ini difokuskan untuk membantu anak-anak yang mengalami hambatan komunikasi, perilaku, dan kemampuan belajar.

BACA JUGA:Program Rehabilitas Butterfly RSKJ Bengkulu, Harapan Sembuh Pecandu Narkoba

BACA JUGA:Kuat di Domestik, Kompetitif di Pasar Global: 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina

“Anak dengan speech delay umumnya mengalami kesulitan berbicara dan berkomunikasi, sedangkan anak autis cenderung menunjukkan gangguan perilaku. Sementara anak dengan gangguan belajar sering mengalami hambatan dalam membaca dan menulis,” ujarnya

Dia menjelaskan, terapi paling efektif diberikan pada anak usia 3 hingga 14 tahun. Di RSKJ Soeprapto, terapi dilakukan dua kali seminggu, dengan durasi satu jam per sesi. Namun idealnya, terapi dapat dilakukan selama delapan jam per hari untuk hasil yang lebih maksimal.

Sebagai bentuk inovasi, RSKJ Soeprapto juga meluncurkan program Kelas Sahabat Anak, sebuah pendekatan edukatif yang dirancang untuk membantu orang tua menerapkan terapi lanjutan di rumah.

“Efektivitas terapi sangat dipengaruhi oleh usia anak. Anak usia 3 tahun bisa menyerap hingga 75 persen materi terapi, usia 3–7 tahun sekitar 50 persen, dan di atas 7 tahun hanya sekitar 25 persen. Karena itu, keterlibatan orang tua sangat penting dalam proses ini,” terangnya.

RSKJ Soeprapto juga mencatat sejumlah kemajuan signifikan dari anak-anak yang menjalani terapi secara rutin dan konsisten. Meskipun beberapa kondisi seperti autisme tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, namun dengan penanganan yang tepat, perkembangan perilaku dan kemampuan sosial anak bisa meningkat secara nyata.

“Diagnosis autisme memang tidak bisa hilang sepenuhnya, tapi dengan terapi yang teratur dan tepat sasaran, anak bisa menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kami sudah melihat banyak kasus yang membuktikannya,” tambah Dr. Herry

Dengan layanan ini, RSKJ Soeprapto Bengkulu terus menunjukkan komitmen sebagai rumah sakit rujukan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Harapannya, layanan ini menjadi secercah harapan bagi para orang tua dalam mendampingi buah hati mereka tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

“Kami hadir untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penyedia layanan,” tutup Herry.(Adv)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: