Mengenal Hilal dan Hisab, Cara Menentukan Awal Ramadhan, Berikut Penjelasannya

Mengenal Hilal dan Hisab, Cara Menentukan Awal Ramadhan, Berikut Penjelasannya

Mengenal apa itu hisab dan hilal dalam menentukan awal ramadhan-(foto: kolase/bengkuluekspress.disway.id)-

BENGKULUEKSPRESS.COM- Penentuan awal bulan Ramadan dapat dilakukan dengan dua metode berbeda, yaitu rukyatul hilal (pengamatan) dan metode hisab (perhitungan).

Rukyatul hilal merupakan langkah pengamatan terhadap penampakan hilal ketika Matahari mulai terbenam menjelang awal bulan dalam kalender Hijriah.

BACA JUGA:Agar Diberi Kemudahan dan Keimanan Ditambah Selama Ramadhan, Amalkan 5 Doa Menjelang Ramadhan Berikut

BACA JUGA:Kumpulan Doa Harian Selama Bulan Ramadhan yang Diajurkan Dibaca

Kegiatan ini melibatkan pengamatan langsung dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu optik seperti teleskop.

Hilal adalah fase bulan sabit yang muncul setelah bulan baru. Hilal hanya bisa terlihat setelah Matahari terbenam (maghrib), karena kecerahan cahayanya yang jauh lebih redup dibandingkan cahaya Matahari, serta ukurannya yang sangat tipis.

Selain melalui pengamatan hilal, penentuan awal Ramadan juga bisa dilakukan menggunakan metode perhitungan atau hisab.

Hisab merupakan proses perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi Bulan pada awal bulan dalam kalender Hijriah.

Ahli astronomi dan astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa kedua metode untuk menentukan awal bulan Ramadan ini dianggap setara, dan keduanya bisa digunakan secara bersamaan atau saling melengkapi.

BACA JUGA:Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan, Berikut Doa dan Tata Caranya

BACA JUGA:Ingin Mendapatkan Ampunan Selama Bulan Ramadhan, Ustadz Adi Hidayat Sarankan 3 Amalan Ini

Hal tersebut disampaikan Thomas Djamaluddin dalam akun Instagram @pussainsa_lapan

"Tanda-tanda awal bulan yang berupa hilal bisa dilihat dengan mata (rukyat) dan bisa juga dihitung (hisab) berdasarkan rumusan keteraturan fase-fase Bulan dan data-data rukyat sebelumnya tentang kemungkinan hilal bisa dirukyat," terang Djamal.

Namun, Djamal menyatakan bahwa baik metode rukyatul hilal maupun hisab memiliki sifat dugaan, sehingga tidak ada yang mutlak pasti. Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: