Banner HONDA

Jemput Bola ke Pusat, Disdikbud Mukomuko Bidik Dana Inpres Rp300 Miliar

Jemput Bola ke Pusat, Disdikbud Mukomuko Bidik Dana Inpres Rp300 Miliar

Arni Gusnita-IST-

​BENGKULUEKSPRESS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko melakukan gebrakan besar guna mengatasi kesenjangan infrastruktur pendidikan. Tak tanggung-tanggung, instansi ini secara resmi "menjemput bola" ke pemerintah pusat dengan mengajukan usulan anggaran fantastis senilai Rp300 miliar melalui skema Instruksi Presiden (Inpres).

​Langkah berani ini diproyeksikan menjadi solusi permanen atas keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mukomuko dalam merehabilitasi sarana dan prasarana (sapras) sekolah yang telah lama menantikan perbaikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, mengungkapkan bahwa pengajuan ini merupakan hasil analisis mendalam terhadap kondisi riil di lapangan. Ia memastikan setiap rupiah yang diusulkan memiliki basis argumen yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara digital melalui sistem nasional.

​“Usulan sebesar Rp300 miliar ini kami susun berdasarkan kebutuhan nyata sekolah yang telah terdata secara sistematis di Dapodik. Jadi, ini bukan sekadar angka asumsi, melainkan representasi kondisi faktual di lapangan,” tegas Arni. 

​Menurut Arni, penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai landasan utama bertujuan untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Mukomuko memiliki peta jalan pembangunan yang terukur dan tepat sasaran.

BACA JUGA:Jadi Kekuatan Terbesar Ketiga, 43 Kafilah Mukomuko Siap 'Guncang' MTQ Provinsi di Seluma

BACA JUGA:Satgas BUMN dan Lanal Bengkulu Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Lebong

​Jika usulan jumbo ini disetujui, Mukomuko akan mengalami lompatan besar dalam sejarah pembangunan sektor pendidikan. Fokus utama anggaran tersebut menyasar pada penghapusan ruang belajar tidak layak serta pemenuhan fasilitas penunjang belajar yang modern di seluruh jenjang sekolah.

​“Kalau ini tembus (disetujui), maka hampir seluruh kebutuhan sapras sekolah di Mukomuko bisa terakomodir secara merata. Fokus kami adalah memastikan tidak ada lagi sekolah dengan kondisi memprihatinkan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa,” tambah Arni.

​Ketergantungan terhadap dana pusat melalui skema Inpres dipandang sebagai langkah taktis yang paling rasional saat ini. Disdikbud Mukomuko berharap pemerintah pusat memberikan atensi khusus pada usulan ini mengingat beban daerah yang cukup berat dalam mengejar standar nasional pendidikan.

​"Kami sangat berharap pusat memberikan perhatian serius. Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Dukungan Inpres adalah kunci untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di daerah kami," tutup Arni.

​Hingga berita ini diturunkan, Disdikbud Mukomuko terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait guna mengawal usulan tersebut agar masuk dalam rencana kerja pemerintah pusat. (**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: