Seluruh Kepsek Dipanggil

Seluruh Kepsek Dipanggil

\"gepenta\"BENGKULU, BE - Belum kondusifnya  kondisi sekolah pasca tawuran, langsung disikapi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu, Drs Gianto.  Hari ini, seluruh Kepala Sekolah di Kota Bengkulu akan dipanggil dan dikumpulkan. \"Besok siang kita akan panggil, kepala sekolah negeri dan swasta, mulai kepala sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se-Kota Bengkulu,\" ujar Kadis, kemarin. Mantan Kepala Bidang Perencanaan Dikbud Kota itu mengakui, aksi tawuran itu menjadi kado istimewa sejak dirinya yang baru dilantik menjadi Kepala Dikbud.   Kado itu harus diterima dan diselesaikan  dengan bijaksana, langkah awalnya yakni dengan mengumpulkan  seluruh kepala sekolah untuk diajak dan dilibatkan dalam rapat paling akbar.  \"Besok seluruh kepsek kita kumpulkan, rapat bersama itu akan membicarakan antisipasi terjadinya aksi tawuran lanjutan,\" katanya. Sementara usulan Wakil Ketua DPRD Kota Irman Sawiran agar mengeluarkan pelajar yang menjadi otak terjadinya tawuran, ditanggapi dingin.  Menurutnya,  mengeluarkan pelajar  dari dunia pendidikan bukanlah jalan keluar, mereka ini perlu diberikan pembinaan. \"Jangan bicara dikeluarkan dulu, tapi cari akar permasalahannya, setelah tahu  kemudian dibina dulu, tidak bisa serta  merta dikeluarkan,\" katanya. Gianto mengibaratkan mencari solusi  itu  diibaratkan  orang sakit kepala, bukan langsung minum obat, mungkin kalau  lapar lebih baik  makan dulu jangan obat dimakan dulu.   \'\'Jadi cari permasalahannya apa,  mencari dalang  dari aksi tawuran itu tengah dalam proses  dan ditagani oleh pihak kepolisian,\'\' tukasnya. Setelah  pelajar yang menjadi otak aksi tawuran ini ditemukan, pihak sekolah disarankan untuk membina, mengawasi  agar permasalahan  ini tidak berkembang lagi. Pun begitu, sekolah tetap  memberikan sanksi sesuai dengan aturan tata tertib sekolah.   \'\'Jika melanggar, silakan sekolah melaksanakan bentuk sanksi itu. Dengan catatan tetap memberikan pembinaan terhadap anak-anak,\" tegasnya. Terkait aksi teror dan pengrusakan bangunan  di SMKN 2, pihaknya meminta kepada sekolah untuk tetap meningkatkan pengawasan dan keamanan  di sekolah, dengan  tetap berkoordinasi dengan pihak aparat penegak hukum.  Sehingga tidak terjadi lagi tawuran.   Ia menduga aksi-aksi yang dilakukan bukan murni dilakukan pelajar, bisa saja dimanfaatkan orang lain.  \'\'Untuk mengantisipasi itulah kita panggil Kepsek,\'\' terang Gianto. Disingung  kerusakan yang dialami sekolah akibat tragedi itu, Dikbud menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk memperbaikinya.  \"Yang merusak itukan tidak tahu, makanya perbaikanya diserahkan ke sekolah, mungkin dengan cara gotong royong   yang dilakukan anak-anak SMK. Jangan mencari kambing hitam siapa yang merusak, terpenting kerusakan itu diperbaiki, dan apapun kejadianya laporkan ke aparat kepolisian,\" tukas Gianto. SMAN 7 Kondusif Sementara itu, kondisi SMAN 7 Plus Kota Bengkulu, kemarin sudah mulai kondusif.  Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah dimulai seperti biasanya. Namun, pihak sekolah masih melakukan koordinasi kepada kepolisian untuk terus memantau keamanan sekolah. Kepala SMAN 7, H Nismah MPd mengatakan, SMAN 7 masih menunggu proses hukum terkait perusakan yang terjadi.  Nismah mengatakan belum ada itikad dari sekolah yang terlibat melakukan penyerangan untuk mengganti kerusakan fisik yang terjadi.  Total  kerugian juga belum dihitung. Namun, SMAN 7 lebih fokus untuk memperbaiki kondisi psikis siswa.  \"Kemarin ada siswa yang tertangkap bawa senjata tajam. Itukan kerugian psikis,\'\' ujarnya. Gapenta Sambangi SMAN 7 Prihatin atas bentrokan siswa yang terjadi pada Jumat lalu, Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (DPP Gepenta) Provinsi Bengkulu, kemarin mendatangi SMAN 7.  Gepenta menawarkan paket program pembinaan untuk semua siswa.  Pembinaan tidak hanya menyangkut tawuran saja, namun juga semua kenakalan remaja. Demikian dipaparkan Ketua Gepenta, Iryanka Aditya. Iryanka, menjelaskan, Gepenta siap membuat kerjasama dengan SMAN 7 untuk langkah preventif dalam mengatasi kenakalan remaja.  \"Kita akan melakukan penyuluhan di SMAN 7 sebagai langkah pencegahan tindakan negatif remaja,\'\' ungkapnya. Hasil dari pertemuan tersebut, pada hari Sabtu mendatang Gepenta mulai memberikan pembinaan. Selanjutnya, akan dibuat MoU (Memorandum of Understanding) antara Gepenta dan SMAN 7 untuk pembinaan selanjutnya. Untuk hari Sabtu Gepenta akan mendatangkan psikolog dari RSJKO (Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat). Pembinaan tersebut berguna untuk memperbaiki kondisi psikis siswa.  \"Untuk selanjutnya, kami akan mendatangkan ustad atau mungkin dari BNN,\'\' tambahnya. Kepala SMAN 7 sangat apresiatif terhadap tawaran Gepenta. Dia berharap program yang ditawarkan Gepenta bisa lebih mengkondusifkan sekolahnya. \"Kami punya program imtaq (iman dan taqwa,red), program Gepenta bisa dimasukkan di sini tiap hari Sabtu,\'\' kata Nismah. (247/cw5)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: