Tim DLH Kota Bengkulu Turunkan Tim Cek Rumah Makan di Kota Bengkulu yang Tidak Mengelola Limbah dengan Benar

Tim DLH Kota Bengkulu Turunkan Tim Cek Rumah Makan di Kota Bengkulu yang Tidak Mengelola Limbah dengan Benar

Yovi dan istrinya menunjukkan bekas pembuangan limbah rumah makan yang sudah disemen oleh pihak rumah makan. Sebelumnya, tempat pembuangan tersebut penuh dengan limbah rumah makan yang menimbulkan aroma tidak sedap. -(foto: rizki)-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu beberapa waktu lalu menurunkan tim untuk mengecek laporan masyarakat yang mengaku terdampak limbah bekas makanan salah satu rumah makan di kawasan Jalan S Parman, Kota Bengkulu.

Dari pengecekan yang dilakukan tim dari DLH memang benar rumah makan tidak melakukan pengelolaan limbah dengan benar.

Hl itu menyebabkan limbah bekas cucian ikan, nasi, hingga minyak tersebut menimbulkan aroma tidak sedap.

Pihak yang paling terdampak dari limbah itu usaha cucian mobil dan laundry yang tepat berada di belakang rumah makan tersebut. 

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Usulkan Ratusan Formasi Calon ASN Lulusan SD

Setelah tim dari DLH datang, pihak rumah makan kemudian memperbaiki saluran pembuangan limbah rumah makan.

Mereka juga terlihat menimbun siring yang sebelumnya penuh dengan limbah menggunakan semen. Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Kota Bengkulu, Riduan SIP.

"Memang benar sarana pengelolaan limbah tidak tepat sehingga menimbulkan aroma tidak sedap. Tetapi setelah tim dari DLH turun memberikan bimbingan, pihak rumah makan berupaya melakukan perbaikan resapan drainase sehingga saat limbah keluar layak untuk dibuang ke parit," jelas Riduan dilansir dari Harian Bengkulu Ekspress.

Salah satu warga yang terdampak, Yovi Al Ulalema mengatakan, kejadiannya sekitar bulan Desember 2023 lalu.

BACA JUGA:Jaksa Geledah Kantor DPMD Kaur, Cari Alat Bukti Proyek Dana APBD Tahun 2020-2021

Sebelum pihak rumah makan menimbun siring pembuangan limbah aroma limbah rumah makan sangat menyengat. Limbah itu terdiri dari minyak, nasi, bekas cucian ikan, cucian piring dan limbah rumah makan lain. Hal tersebut berlangsung selama 2 bulan sebelum akhirnya diperbaiki.

"Sebelum ditimbun, aromanya menyengat, limbah rumah makan, dinding sampai rusak. Jadi rumah makan ini belum ada pembuangan, jadi limbahnya di buang ke belakang tempat usaha saya," jelasnya.

Lebih lanjut Yovi mengatakan, akibat dampak dari limbah tersebut sumur yang hanya berjarak 5 meter airnya terdampak.

Sebelumnya air tidak pernah berbau dan bisa dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah pencemaran tersebut air belum bisa dikonsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: