Dewan Pers Ingatkan Partai Politik dan Penyelenggara Pemilu Jangan Pelit Informasi

Dewan Pers Ingatkan Partai Politik dan Penyelenggara Pemilu Jangan Pelit Informasi

Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu-(foto: istimewa/bengkuluekspress.disway.id)-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 yang  dilaksanakan pada Februari mendatang akan segera digelar.

Sejumlah persiapan dan tahapan telah dilakukan oleh pihak penyelenggara, partai politik maupun pihak keamanan itu sendiri. 

Kesuksesan pesta demokrasi tidak terlepas dari peran pers dalam menyampaikan informasi pada publik.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, SH, MS saat berkunjung ke Polda Bengkulu, pada Senin (28/8/2023).

Dikatakan Ninik, pemilu merupakan pesta demokrasi yang  harus disambut dengan gembira.

Oleh karena itu, peran pers dalam menyampaikan informasi berupa pemberitaan juga harus bagus. Tidak membuat gaduh, apalagi menimbulkan kontroversi yang dapat menciderai profesi jurnalis.

BACA JUGA:Dewan Pers Sambangi Polda Bengkulu, Tindaklanjuti MoU Kapolri

"Pesta itukan harus gembira, maka peran pers adalah dapat membawa pemilu damai.  Selain itu kita ingatkan agar pihak-pihak terkait jangan pelit informasi," ujar Ninik, di Bengkulu.

Lanjutnya, informasi terkait pemilu ada pada pihak penyelenggara, seperti KPU. Kemudian badan pengawas pemilu, yakni Bawaslu. Serta peserta pemilu, partai politik maupun calon peserta pemilu sendiri.

"Pihak-pihak yang berkepentingan dengan pemilu , seperti partai , kepala pimpinan partai daerah jangan pelit informasi pada awak media," sambungnya.

Tak hanya penyelenggara pemilu, tetapi pihak yang berkepentingan akan pemilu seperti Pemda yang dalam hal ini cukup intensif terkait pemilu juga di ingatkan untuk tidak pelit berbagi informasi pada media.

BACA JUGA:Peserta Pemilu di Bengkulu Deklarasi Pemilu Damai, Wakapolda: Mari Kita Jaga Keamanan dan Kondusifitas Pemilu

"Selain KPU, Bawaslu, dan Pemda, pihak kepolisian juga kita minta untuk tidak pelit informasi. Jangan sampai ketika media meminta informasi malah dianggap intimidatif dan sebaliknya. Teman-teman media dalam mencari informasi harus ada etika," pungkas Ninik Rahayu. (Tri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: