Operasi Pekat Nala I 2026, Polisi Bongkar Judi, Premanisme hingga Penimbunan BBM
Pemusnahan barang bukti hasil operasi pekat nala 1 2026-foto: istimewa-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu bersama jajaran berhasil menuntaskan pelaksanaan Operasi Pekat Nala I Tahun Anggaran 2026 dengan capaian 100 persen target operasi. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Bengkulu.
Operasi tersebut dilaksanakan melalui penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen serta tindakan represif oleh aparat kepolisian.
Dalam operasi ini, Polda Bengkulu menetapkan sebanyak 94 target operasi yang terdiri dari 94 target orang, 94 target benda, 94 target lokasi, dan 94 target kegiatan. Seluruh target tersebut berhasil diungkap secara maksimal oleh jajaran kepolisian.
Dari hasil operasi, aparat berhasil mengamankan sejumlah tersangka yang terlibat dalam berbagai kasus, di antaranya perjudian, peredaran petasan ilegal, aksi premanisme, begal, pungutan liar atau juru parkir liar, tindak asusila dan pornografi, penimbunan barang kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, hingga penyalahgunaan narkotika.
BACA JUGA:Kabar Gembira! ASN hingga PPPK Paruh Waktu di Bengkulu Dipastikan Terima THR
BACA JUGA:Jelang Arus Mudik, Pemprov dan Polda Bengkulu Siapkan Personel Keamanan Lewat Operasi Ketupat Nala
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita berbagai barang bukti dalam jumlah cukup besar. Di antaranya 3.018 botol minuman keras, uang tunai sebesar Rp13.851.000, sebanyak 20.453 petasan, 7 unit mobil, 29 unit sepeda motor, serta 49 unit telepon genggam.
Polisi juga menyita 15 bilah senjata tajam, 1.367 liter tuak, 91,37 gram sabu, 0,28 gram ekstasi, 300,55 gram ganja, 70 butir obat samcodin, serta 1.287 liter bahan bakar minyak. Selain itu turut diamankan 17 kaleng lem aibon, 128 alat kontrasepsi, 6 set kartu remi beserta 330 lembar kartu, 9 barcode MyPertamina, 65 jeriken, satu alat bong, serta 19 plastik klip.
Barang bukti lainnya berupa satu unit tangki BBM berkapasitas 40 liter dan sejumlah pakaian dalam juga turut diamankan dalam operasi tersebut.
Sementara itu, untuk barang bukti non target operasi (non TO), polisi turut mengamankan 620 botol minuman keras dan 350 liter tuak.
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres yang telah bekerja keras sehingga target operasi dapat tercapai secara maksimal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Bengkulu dan Polres yang telah berhasil mengungkap 100 persen target operasi Pekat Nala I Tahun Anggaran 2026,” ujar Kapolda Bengkulu
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergitas antara tiga pilar, yakni TNI, Polri, dan masyarakat, guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan kerja sama tersebut diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Bengkulu dapat terus terjaga sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




