HONDA BANNER

Sepanjang 2025, Polresta Bengkulu Catat 2.038 Laporan, Kasus Kekerasan Dominasi Kejahatan Kota

Sepanjang 2025, Polresta Bengkulu Catat 2.038 Laporan, Kasus Kekerasan Dominasi Kejahatan Kota

Sepanjang 2025, Polresta Bengkulu Catat 2.038 Laporan, Kasus Kekerasan Dominasi Kejahatan Kota--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Polresta Bengkulu mencatat tingginya angka kriminalitas sepanjang tahun 2025 dengan total 2.038 laporan masyarakat. Jumlah tersebut menjadikan Polresta Bengkulu sebagai satuan wilayah dengan laporan terbanyak di jajaran Polda Bengkulu.

Tingginya laporan tidak terlepas dari posisi Kota Bengkulu sebagai pusat pemerintahan dan pusat aktivitas masyarakat, yang menjadi tujuan mobilitas warga dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

Dari total laporan tersebut, sebanyak 968 perkara berhasil diungkap oleh jajaran Polresta Bengkulu. Meski jumlah laporan tergolong tinggi, tingkat pengungkapan perkara dinilai cukup signifikan sebanding dengan beban penanganan kasus yang diterima.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno S.Sos., M.H. menyampaikan hal itu saat press release akhir tahun 2025 yang digelar di Aula Endra Dharmalaksana, Mapolresta Bengkulu, Rabu (31/12/2025).

“Sepanjang 2025 kami menerima 2.038 laporan masyarakat. Tingginya laporan ini karena Kota Bengkulu merupakan pusat kota, tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai wilayah,” ujar Kapolresta.

BACA JUGA:Rp210 Miliar untuk Infrastruktur, Pemkot Bengkulu Targetkan 200 Jalan Mulus di 2026

BACA JUGA:Jaksa Resmi Ajukan Kasasi Kasus Korupsi Dana Desa Air Kati ke Mahkamah Agung

Berdasarkan data Polresta Bengkulu, kejahatan jalanan dan kekerasan masih mendominasi laporan masyarakat. Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) menjadi yang paling banyak dilaporkan dengan 318 kasus.

Disusul kasus penganiayaan sebanyak 185 laporan, penggelapan 157 kasus, pencurian 153 kasus, pengeroyokan 144 kasus, serta penipuan 136 kasus.

Untuk tingkat pengungkapan, kasus penganiayaan menjadi yang paling banyak berhasil diselesaikan dengan persentase 55 persen, diikuti pengeroyokan 52 persen dan penggelapan 43 persen.

Kapolresta menegaskan, meski curas masih menjadi jenis kejahatan paling banyak dilaporkan, kasus penganiayaan justru menjadi kejadian yang paling sering terjadi hampir setiap hari di Kota Bengkulu.

“Curas memang paling tinggi dilaporkan, namun yang hampir setiap hari terjadi adalah kasus penganiayaan,” pungkasnya.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait