Pemda Gelar Bimbel Tes CPNS

Pemda Gelar Bimbel Tes CPNS

\"AzwarAbubakar-d\"Saran MenPAN JAKARTA, BE - Sejumlah pemda mengeluhkan minimnya putra asli daerah  yang lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013. Justru peserta dari luar daerah itu yang mayoritas lolos. Agar hal seperti itu tidak terulang lagi dalam pelaksanaan tes CPNS 2014 dan tahun-tahun berikutnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar menyarankan agar pemda menggelar bimbingan belajar untuk persiapan tes CPNS, di daerah masing-masing. Menurut menteri asal Aceh ini, bimbingan belajar perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para putra asli daerah dalam mengerjakan soal-soal tes CPNS, sehingga mereka bisa bersaing dengan peserta  dari luar daerah. “Kalau kita kalah bersaing dengan peserta dari luar daerah, maka kapasitasnya harus ditingkatkan lagi, bukan sistemnya yang diubah,” ujar Azwar, seperti dilansir situs resmi kementerian itu. Dia juga menyarankan, bagi para peserta tes CPNS 2013 yang gagal, agar tidak putus asa. Mereka yang gagal, bisa mempersiapkan diri lagi lebih matang untuk ikut lagi di tes CPNS 2014, yang rencananya digelar Juni atau Juli 2014. \"Para peserta tes CPNS yang tahun 2013 tidak diterima untuk kembali mempersiapkan diri mengikuti tes serupa yang tahun 2014 ini. Direncanakan tes akan dilangsungkan bulan Juni atau Juli, sehingga masih ada waktu sekitar empat bulan untuk belajar lagi,\" kata yang juga politisi Partai Amanat Nasional itu. Putra Daerah Penerimaan Calon pegawai negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinis Bengkulu tahun 2014 ini tetap sama seperti tahun lalu, yakni pengumuman dilakukan secara online yang bisa diikuti oleh semua Warga Negara Indonesia (WNI) dan dilanjutkan dengan tes dengan menggunakan sistem Computer Asisted Test (CAT). Sistem ini dikhawatirkan banyak pihak bakal membuat putra asli Bengkulu hanya bisa jadi penonton. Pasalnya secara kualitas, alumni dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Bengkulu belum mampu bersaing secara terbuka dengan alumni perguruan tinggi yang ada di daerah lain. Hal ini terbukti, 80 orang CPNS yang lulus 2013 lalu, 60 persen diantaranya merupakan alumni perguruan tinggi luar Bengkulu. \"Pada prinsipnya saya sangat mendukung sistem tersebut, tapi sebaiknya pemerintah daerah harus membuat kebijakan untuk memperioritaskan putra daerah atau alumni perguruan tinggi lokal di Bengkulu. Jika yang lebih banyak lulus itu adalah lulusan perguruan tinggi dari luar Bengkulu, berarti putra daerah hanya menjadi penonton,\" ungkap Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Ir Muharamin kepada BE, kemarin. Politisi Demokrat ini menyatakan, salah satu tujuan dilakukannnya tes penerimaan CPNS adalah untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran. Jika yang lulus tes tersebut merupakan orang luar, berarti tes CPNS itu tidak mengurangi pengangguran di Provinsi Bengkulu. \"Kalau memang peraturannya pengumuman dan pendaftaran harus dilakukan secara online, maka pemerintah daerah harus membuat kebijakan baru, seperti mencantumkan persyaratannya putra daerah Bengkulu. Jika putra daerah tidak ada yang memenuhi syarat, baru menerima pendaftar dari luar. Artinya sedapat mungkin putra daerah harus di utamakan, kasihan putra-putri asal Bengkulu yang sudah bersusah payah kuliah yang menelan biaya tidak sedikit, namun harus menjadi pengangguran,\" paparnya. Menurutnya, lebih baik pemerintah memberikan kesempatan kepada sesama putra daerah bersaing untuk lulus, dibandingkan membuka peluang persaingan lintas provinsi. \"Kalau dibuat kebijakan khusus bahwa pesertanya hanya dari Provinsi Bengkulu, artinya yang bersaing itu adalah sesama orang Bengkulu  atau sesama alumni dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Bengkulu, bukan dengan alumni Perguruan Tinggi luar yang notabenenya memang lebih unggul dan teratas,\" terangnya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Tarmizi BSc SSos mengungkapkan, bahwa pendaftaran secara online itu merupakan kebijakan KemanPAN-RB agar bisa diikuti oleh seluruh WNI yang memenui syarat. \"Kita berbicara NKRI, bukan secara lokal Bengkulu saja. Jika sudah NKRI, berarti peluang terbuka untuk semua WNI, karena kesempatan untuk mengikuti tes CPNS bukan untuk suatu golong atau kelompok saja,\" ujarnya. Menurutnya, membuka kesempatan kepada seluruh WNI itu juga bertujuan untuk mendapatkan CPNS yang berkualitas, kompeten dan profesional. Selain itu, juga membuka kesempatan untuk bersaing secara sehat dan transparan. \"Saya sangat setuju jika memperioritaskan putra daerah, tapi masalahnya formasi sekarang ini berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Bagaimana jika putra daerah tidak ada memenuhi syarat yang kita butuhkan, berarti akan terjadi kekosong. Contohnya, saat ini kita butuhkan perawat jiwa, sedangkan pergutuan tinggi di Bengkulu belum ada yang memiliki program studi perawat jiwa tersebut, nah inilah gunanya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap kepada setiap WNI agar bisa mengisi kekosongan tersebut,\" jelasnya. Menurutnya, dengan sistem tersebut juga memberikan kesempatan kepada putra asli Bengkulu untuk berkiprah di  daerah lain, jika di Bengkulu tidak ada formasi keilmuan yang dimilikinya. Kendati demikian, Tarmizi mengaku sistem online yang diterapkan 2013 lalu belum berjalan maksimal. Buktinya, masih banyak peserta tes di Bengkulu juga ikut tes ditempat lain. Ke depan, pihaknya pun akan menyempurnakan sistem online tersebut, sehingga ada lagi CPNS yang mengikuti tes lebih dari satu tempat. \"Ke depan, sisyem online ini akan kita sempurnakan lagi. Sehingga tidak ada yang lulus di dua tempat seperti yang terjadi dalam penerimaan CPNS tahun lalu,\" pungkasnya.(400)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: