Cabai, Kopi dan Udang Basah Pendorong Inflasi di Bengkulu, BI: Kurangi Makan Pedas dan Minum Kopi

Cabai, Kopi dan Udang Basah Pendorong Inflasi di Bengkulu, BI: Kurangi Makan Pedas dan Minum Kopi

Inflasi Bengkulu terjadi di bulan Juni-(foto: tri yulianti)-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Kondisi inflasi pangan di Provinsi Bengkulu masih memerlukan perhatian, salah satunya dengan melanjutkan perbaikan struktural di sektor pertanian.

Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana mengungkapkan, inflasi Bengkulu tahun 2024 di prakirakan berada pada rentang 3,20 - 3,33% year on year (yoy). Sedangkan untuk Juni, realisasi inflasi melambat sebesar 3,64% yoy.

Hal ini terjadi lantaran sejumlah komoditas mengalami tekanan harga yang mempengaruhi ketersediaan pasokan terganggu.

"Beberapa komoditas menjadi pendorong inflasi pada Juni 2024. Komoditas itu diantaranya cabai merah, kopi bubuk dan udang basah," ujar Darjana, Jumat (26/7/2024).

BACA JUGA:BMA Kota Bengkulu: Pemberian Gelar Adat adalah Wewenang Penuh BMA

Lanjutnya, dengan inflasi yang terjadi pada 3 komoditas ini dapat ditekan dengan tidak membeli komoditas tersebut secara berlebihan.

"Kurangi makan pedas dan minum kopi, bisa menjadi salah satu cara untuk menekan angka inflasi Bengkulu," sambungnya.

Cara lainnya, Intervensi Bank Indonesia (BI) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu menggunakan strategi 4K sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi di daerah, khususnya Provinsi Bengkulu. 

Strategi 4K meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif

Dalam hal keterjangkauan harga, BI dan TPID Bengkulu masih mengandalkan pasar murah sebagai solusi. Sedangkan untuk memastikan ketersediaan pasokan, mereka bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk menambah jumlah pasokan dan mengembangkan klaster-klaster pangan.

BACA JUGA:Siap-siap Bagi yang Lahir Tanggal 17 Agustus, Pemkot Bengkulu Beri Hadiah

"Kita bekerjasama dengan pesantren, petani, untuk membangun klaster cabe merah, bawang merah, dan kopi," papar Darjana.

Di sisi lain, untuk memastikan kelancaran distribusi,  BI Provinsi Bengkulu telah  berkoordinasi agar distribusi tidak terganggu, terutama dengan adanya ancaman bencana alam seperti tanah longsor yang sering terjadi di Bengkulu.

Sementara itu, komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak menjadi poin terakhir dari strategi 4K ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: