Pahami Bahayanya! Inilah Ciri-ciri Depresi Pada Ibu Rumah Tangga

Pahami Bahayanya! Inilah Ciri-ciri Depresi Pada Ibu Rumah Tangga

banyak ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga yang tidak disadari oleh ibu sendiri atau pasangannya--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Jadi mudah marah hanya karena hal-hal kecil? Jangan-jangan Ibu mengalami depresi. Sesama ayah dan suami, mungkin sering mendengar keluhan, yang mengatakan bahwa istri berubah, yang sebelumnya lembut, tiba-tiba jadi gampang marah setelah punya anak.

Ibu rumah tangga khususnya juga sangat rentan mengalami stres akibat banyaknya pekerjaan rumah yang menumpuk, tidak ada keterlibatan suami dalam merawat anak dan mengerjakan pekerjaan rumah, sampai karena keterbatasan akses bersosialisasi dengan orang dewasa lainnya.

BACA JUGA:Lincahnya Land Rover Defender 2024, Sang Mobil Offroad Legendaris

Menurut situs webmd.com, perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada kebiasaan atau keseharian Ibu, bisa menjadi tanda awal dari depresi. Ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga bisa dikenali dengan beberapa hal berikut ini, yaitu;

1. Susah konsentrasi, termasuk di antaranya sulit mengingat hal kecil (detail) dan sulit membuat keputusan.
2. Kelelahan. Depresi bisa menurunkan energi dan menjadikan Ibu merasa Lelah sepanjang hari. Kelelahan juga bikin sulit tidur di malam hari atau sering terbangun di waktu yang sangat awal.
3. Merasa bersalah, merasa diri tidak berharga dan tidak berdaya.
4. Merasa pesimis dan tidak punya harapan.
5. Mudah marah dan gelisah.
6. Hilangnya ketertarikan pada hal-hal yang menyenangkan, termasuk pula pada hubungan seks.
7. Perubahan pola makan, misalnya hilang selera makan atau sebaliknya.
8. Mengalami gangguan pada sistem pencernaan yang sulit hilang walaupun sudah mendapatkan perawatan.
9. Terus-menerus merasa sedih, ‘hampa’ atau cemas.

BACA JUGA:Jeep Gladiator Rubicon FarOut! Akhir dari Mesin EcoDiesel 3.0

Sayangnya, banyak ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga yang tidak disadari oleh ibu sendiri atau pasangannya, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Jika dibiarkan, ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga ini bisa menetap berkepanjangan serta bisa menimbulkan gangguan kesehatan secara fisik, misalnya pusing, kram, nyeri sendi, dan lain sebagainya. Bahkan, depresi bisa memicu pemikiran untuk melakukan bunuh diri.

Ada pun contoh lain dari ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga yang perlu Ibu ketahui, yaitu:
Menarik diri atau menghindari kontak dengan pasangan.
Berperilaku menjengkelkan.
Mengasingkan diri.
Berperilaku kompulsif. Misalnya berbelanja dan menghabiskan banyak uang.
Sering menangis.
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan.

Mengatasi Depresi pada Pasangan
Lalu bagaimana cara mendampingi pasangan yang sudah mulai menunjukkan adanya ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga ?

BACA JUGA:Kymco CV L6 Adventure Scooter, Skuter Petualang Bermesin 550cc!

Menghadapi pasangan yang sering marah-marah atau menarik diri, pastinya bukan hal mudah. Malah, bisa memicu Ayah untuk marah juga. Namun hal ini mesti dihindari, karena ‘membalas’ hanya akan bikin kondisi depresi pasangan semakin parah. Lakukan observasi dan utarakan, bahwa Ayah menyadari apa yang dialami Ibu dan pastikan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh Ibu. Hindari menuduh atau menyalahkan, dan jadilah pendengar yang baik.

Pasangan yang menderita depresi umumnya tidak menyadari atau tidak mau mengakui (bahwa sedang mengalami depresi), dan mereka tidak berkenan untuk dilakukan perbaikan. Jika kesulitan menghadapi hal ini, Ayah dan Ibu bisa melakukan konsultasi dengan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater. Seringkali, depresi bisa diatasi kok, jadi jangan menyerah ya.

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Mengalami Depresi?
Depresi, lebih banyak diderita perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Sebelum memasuki usia dewasa, depresi jarang mengenai anak perempuan mau pun laki-laki. Namun ketika memasuki pubertas, anak perempuan berisiko mengalami depresi dua kali lebih besar dibandingkan dengan anak laki-laki. Diduga, hal ini terkait dengan perubahan hormon yang dialami wanita (termasuk saat menstruasi, hamil, melahirkan, keguguran, hingga menopause).

BACA JUGA:Tampilan Terbaru Motor Paling Laki! KTM 1390 SUPER DUKE R EVO

Menurut the National Institute of Health, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan potensi depresi pada perempuan, yaitu:
Memiliki keluarga dengan riwayat mood disorder atau gangguan perubahan suasana hati yang ekstrem.
Mengalami mood disorder pada masa reproduksi (atau disebut juga dengan usia subur, yaitu  usia 15 hingga 49 tahun).
Ada anggota keluarga dekat yang juga mengalami depresi. Depresi bisa menurun. Ketika hal ini terjadi, biasanya depresi dimulai di kisaran usia 15 hingga 30 tahun.
Dampak dari penggunaan obat tertentu.
Kesulitan dalam mengatur pekerjaan dan mengurus anak.
Mengalami kekerasan secara fisik atau pun seksual saat anak-anak.
Kehilangan pekerjaan, bercerai (terlebih lagi jika menjadi orangtua tunggal), hubungan buruk dengan pasangan, dst.
Mengalami postpartum depression.
Menopause. Kadar hormon estrogen yang menurun ketika memasuki masa menopause, memicu perubahan fisik dan emosional seperti depresi dan kecemasan (anxiety).

BACA JUGA:Suzuki Vitara Brezza: SUV Baru dengan Spesifikasi Mengagumkan

Cegah Ibu Rumah Tangga Mengalami Depresi
Lalu bagaimana cara mencegah agar Ibu tidak mengalami ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga?

1. Bantu Ibu mengatur tingkat stress
Ada kaitan antara stress, dengan depresi atau kecemasan. Ayah bisa membantu Ibu mengatur tingkat stresnya dengan memberikan waktu buat Ibu beristirahat yang cukup atau biarkan Ibu berlibur sejenak dari tugas sehari-hari dan gantian Ayah yang mengerjakannya.

2. Aktif secara fisik
Aktif bergerak terbukti membantu mencegah depresi, dan melepaskan endorfin. Untuk memulainya, cobalah berjalan kaki selama beberapa menit, misalnya di pagi atau sore hari.

3. Menjaga pola makan
Perbanyak makan buah dan sayuran segar, teh hijau, olahan kacang kedelai, lemak sehat (seperti minyak zaitun), biji-bijian utuh dan ikan. Selain itu, batasi konsumsi daging merah, makanan dan minuman manis, makanan instan dan yang tinggi lemak.

BACA JUGA:Mitsubishi ASX! Tantangan Serius Bagi Honda Brio

4. Istirahat yang cukup
Cobalah untuk membuat jadwal tidur yang baik, misalnya mengusahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama, menciptakan ruang tidur yang nyaman (tenang, gelap dan dengan temperatur yang sesuai kebutuhan), hindari konsumsi alkohol dan kafein menjelang waktu tidur. Tentu, sebagai ibu, agak susah untuk tidur dengan baik, karena tugas yang ‘menanti’ untuk diselesaikan pada saat anggota keluarga sudah tidur. Dalam hal ini, ibu dituntut untuk pandai mengatur watu dan semestinya mendapatkan bantuan dari anggota keluarga yang lain.

5. Membatasi waktu menggunakan media sosial
Media sosial memang bisa mendekatkan kita dengan keluarga dan teman yang jauh, atau melihat banyak informasi bermanfaat. Di sisi lain, media sosial juga punya sisi negatif.

6. Menjauhi ‘toxic people’
Hindari orang-orang yang bisa bikin ibu merasa buruk dengan komentar-komentar pedasnya.

7. Memperbaiki hubungan dengan pasangan
Jika ada masalah pada hubungan Ibu dan Ayah, misalnya masalah keuangan, masalah dengan mertua, perselingkuhan, dan lainnya, maka harus segera diselesaikan agar ibu tidak semakin tertekan.

BACA JUGA:Sering Olahraga Tapi Berat Badan Tidak Turun-turun, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: