Hindari Risiko Penggunaan Ponsel Secara Berlebihan Pada Anak, Ini yang Orang Tua Harus Lakukan!

Hindari Risiko Penggunaan Ponsel Secara Berlebihan Pada Anak, Ini yang Orang Tua Harus Lakukan!

Pentingnya interaksi orang tua sangat mempengaruhi prilaku anak terhadap penggunaan ponsel-Pinterest -

BENGKULUEKSPRESS.COM - Dengan terjadinya banyak kasus terhadap penggunaan ponsel secara berlebihan membuat sebagian para orang tua merasa resah. Bahkan saat ini, penggunaan gawai atau gadget pada anak sudah menjadi hal yang biasa. 

Faktanya anak berusia satu tahun ke bawah tidak dianjurkan untuk memakai ponsel, serta disarankan untuk bergerak aktif beberapa kali sehari, disertai interaksi interaktif dan ruang gerak yang luas.

Penggunaan ponsel sudah banyak dikenal oleh sebagian remaja hingga balita. Tak heran jika balita saat ini sudah memahami cara menggunakan ponsel secara cepat. Mirisnya ada banyak anak usia balita saat ini sudah memiliki akun media sosial sendiri.  

BACA JUGA:10 HP OPPO yang Ada Kamera Ultrawide 0,5 Terbaik

Untuk para orang tua sebaiknya lebih memperhatikan penggunaan ponsel pada anak, karena jika digunakan secara berlebihan akan menimbulkan banyak risiko, seperti rabun sejak kecil, otak berjalan lambat, malas, memiliki prilaku tidak sesuai umur dan sebagainya.

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua, dalam mengatur pemakaian ponsel pada anak. Penasaran? Yuk, kepoin tips-tips berikut ini: 

1. Batasi penggunaan gadget di rumah

Orang tua dapat memberikan sosialisasi aturan yang jelas mengenai zona bebas gadget, contoh mudahnya saja seperti membuat aturan semua perangkat disimpan ketika makan bersama di meja makan atau ketika sedang di kamar tidur.

Nah, aturan tersebut sangat ampuh untuk dipraktikkan secara continue atau berkelanjutan. Aturan yang dibuat bukan hanya berfungsi untuk mengurangi durasi screen time, melainkan juga dapat memicu terciptanya lebih banyak interaksi antar anggota keluarga.

BACA JUGA:Smartphone Tecno Spark 20 Series Debut di Indonesia

2. Berikan pemahaman menarik tentang kegiatan yang lebih menyenangkan.

 

Orangtua acap kali terlalu fokus pada edukasi tentang bahaya atau pembatasan screen time. Namun, ada baiknya dilakukan juga edukasi tentang pentingnya kegiatan fisik.

Cara ini dapat membantu anak dan orangtua untuk fokus bukan hanya kepada apa yang tidak boleh dilakukan, namun apa yang dapat kita lakukan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: