Banner HONDA

Diduga Sakit Hati Soal Tanah, Warga di Kaur Bacok Kades

Diduga Sakit Hati Soal Tanah, Warga di Kaur Bacok Kades

Kades Pelajaran I, Kaur, Widi Samhardiyanto dibacok warganya sendiri usai pulang dari masjid. Korban mengalami luka di kepala dan mendapat 19 jahitan.--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Kepala Desa (Kades) Pelajaran I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Widi Samhardiyanto, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban pembacokan oleh warganya sendiri, Minggu (6/9/2026) malam.

Korban mengalami luka bacok di bagian belakang kepala dan harus mendapat 19 jahitan. Sementara pelaku berinisial DA (35), warga setempat, langsung melarikan diri setelah kejadian dan hingga Senin (7/9/2026) masih dalam pengejaran polisi.

Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., M.Tr.Opsla melalui Kapolsek Tanjung Kemuning Iptu Priyanto, S.H., membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk korban yang merupakan Kades Pelajaran kini masih menjalani perawatan di RSUD Kaur. Untuk pelaku pembacokan masih kita lakukan pengejaran,” kata Priyanto, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BE, kejadian tersebut bermula saat korban selesai melaksanakan salat Magrib berjamaah di masjid Desa Pelajaran I sekitar pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA:LDII Dorong Jurnalis Perkuat Pemberitaan Positif di Era Post-Truth

BACA JUGA:Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor Bengkulu Gelar Rolling City dan Customer Gathering

Setelah itu, korban pulang menggunakan sepeda motor. Baru sekitar 20 meter meninggalkan masjid, sepeda motor korban tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.

Setelah korban terjatuh, pelaku kemudian melakukan penganiayaan dan membacok bagian belakang kepala korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan mendapatkan 19 jahitan. Korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis sebelum keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Tanjung Kemuning mengatakan, setelah melakukan pembacokan, pelaku langsung melarikan diri.

“Untuk pelaku pembacokan setelah melakukan pembacokan langsung melarikan diri dan sampai dengan saat ini belum dapat diketahui keberadaan pelaku,” jelas Priyanto.

Polisi masih melakukan pencarian terhadap pelaku sekaligus mendalami motif di balik aksi pembacokan tersebut.

“Untuk motif sementara ini diduga karena pelaku sakit hati terhadap korban terkait jual beli tanah,” pungkasnya. (618)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: