HONDA BANNER

BNN Kota Bengkulu Petakan Wilayah Rawan Narkoba, Dua Kelurahan Ditetapkan sebagai Kelurahan Bersinar

BNN Kota Bengkulu Petakan Wilayah Rawan Narkoba, Dua Kelurahan Ditetapkan sebagai Kelurahan Bersinar

BNN Kota Bengkulu Petakan Wilayah Rawan Narkoba, Dua Kelurahan Ditetapkan sebagai Kelurahan Bersinar--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu terus melakukan pemetaan wilayah rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sepanjang tahun ini, BNN Kota Bengkulu telah menetapkan dua kelurahan sebagai Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), yakni Kelurahan Tanjung Agung dan Kelurahan Malabero.

Kepala BNN Kota Bengkulu, Kombes Pol Ali Imron, menjelaskan bahwa penetapan Kelurahan Bersinar didasarkan pada hasil Indeks Kerawanan Narkoba (IKN) yang disusun melalui kajian dan penelitian mendalam.

“Untuk tahun ini, kita sudah membentuk dua Kelurahan Bersinar, yaitu Tanjung Agung dan Malabero. Dasar penetapannya adalah Indeks Kerawanan Narkoba, sehingga langkah yang diambil benar-benar berbasis data,” ujar Ali Imron.

Namun demikian, Ali Imron menyebutkan bahwa penanganan Kelurahan Malabero saat ini telah diambil alih langsung oleh BNN Provinsi Bengkulu. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan strategi dan sinergi lintas lembaga dalam menekan peredaran narkoba di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tertentu.

BACA JUGA:Pastikan Kesiapan Personel, Kapolda Bengkulu Cek Pos Pelayanan Gerbang Tol

BACA JUGA:Rugikan Negara Rp13 Miliar, Jaksa Tuntut Empat Eks Pejabat Setwan DPRD Kaur hingga 8 Tahun Penjara

“Untuk Kelurahan Malabero, penanganannya langsung diambil alih oleh BNN Provinsi Bengkulu agar upaya pencegahan dan pemberantasannya bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, BNN Kota Bengkulu memastikan bahwa pemetaan wilayah rawan narkoba tidak berhenti sampai di situ. Untuk tahun mendatang, pihaknya kembali akan merilis data terbaru terkait wilayah rawan narkoba di Kota Bengkulu, seiring dengan selesainya penelitian yang saat ini sedang berjalan.

“Untuk tahun depan, kita akan rilis kembali. Saat ini penelitian sudah kita turunkan, dan nanti akan terlihat ke mana arah pergeseran wilayah rawan narkoba di Kota Bengkulu,” ungkap Ali Imron.

Melalui pemetaan yang berkelanjutan ini, BNN Kota Bengkulu berharap program pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: