HONDA BANNER
BPBD

Tragedi di Seluma: Haryanto Tewas Ditikam Tetangga yang Pernah Dilaporkannya ke Polisi 4 Bulan Lalu

Tragedi di Seluma: Haryanto Tewas Ditikam Tetangga yang Pernah Dilaporkannya ke Polisi 4 Bulan Lalu

Seorang warga Desa Tanjung Seru, Kecamatan Seluma Selatan, Haryanto (52), tewas setelah ditikam oleh tetangganya sendiri. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Tais -IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Diduga karena dendam lama terkait sengketa tapal batas tanah, seorang warga Desa Tanjung Seru, Kecamatan Seluma Selatan, Haryanto (52), tewas setelah ditikam oleh tetangganya sendiri. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Tais akibat pendarahan hebat.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (28/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ditusuk oleh Igan (34), yang diketahui tinggal bersebelahan dengan rumah korban. Korban menderita luka tikam serius pada bagian leher dan perut sebelah kiri (dua lobang).

Seorang saksi mata, Ongki, menjelaskan kronologi kejadian yang berlangsung sangat cepat. Pelaku, Igan, datang ke rumah korban dengan mengendarai sepeda motor.

“Pelaku datang naik motor, berhenti di depan rumah korban. Begitu turun, dia langsung menusuk korban. Kejadiannya cepat sekali,” ungkap Ongki.

Tanpa didahului cekcok, pelaku langsung menghampiri korban yang sedang berada di bengkel depan rumahnya dan menusuk korban. Usai melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Warga segera menolong korban yang bersimbah darah dan membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

BACA JUGA:35 Pejabat Pemkab Bengkulu Utara Dilantik, Bupati Tekankan Integritas dan Cari Terobosan Anggaran

BACA JUGA:Terpilih Jadi Tuan Rumah Raker Komwil II di 2028, Bengkulu Bersiap Sambut Pesta Ekonomi

Diduga Berakar dari Konflik Lama

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa penikaman ini dipicu oleh konflik yang sudah berlangsung selama beberapa bulan. Perselisihan keduanya diduga berkaitan dengan masalah tapal batas tanah, sampah, hingga pertengkaran yang pernah terjadi sebelumnya.

Bahkan, sekitar empat bulan lalu, korban sempat melaporkan pelaku ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan (pemukulan), namun laporan tersebut belum menemukan penyelesaian.

"Masalahnya sudah lama dan sering panas. Dulu korban sudah lapor ke polisi karena sempat dipukul, tapi tidak ada penyelesaian sampai sekarang," ujar Ongki.

Hingga saat ini, aparat kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Igan yang melarikan diri. Keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan diadili.(Jefri)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: