Pemkot Bengkulu Bentuk Tim Pengawas Cegah Kenaikan Harga Cabai

Pemkot Bengkulu Bentuk Tim Pengawas Cegah Kenaikan Harga Cabai

Ilustrasi penjual cabai-(foto: istimewa)-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu membentuk tim pengawas untuk mencegah kenaikan harga cabai di Kota Bengkulu dan menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian (Disperdag) Kota Bengkulu Erika Ariasanti menerangkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh distributor pangan terkait pengawasan untuk mencegah kenaikan harga.

"Pengawasan terus kita lakukan, terutama ditingkat distributor karena kita juga mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok lainnya menjelang bulan Ramadhan," kata Erika di Kota Bengkulu, Rabu.

Ia menyebutkan tim tersebut melakukan pengawasan yang ketat terhadap harga bahan pokok di tingkat distributor semaksimal mungkin, agar tidak ada lonjakan harga yang signifikan hingga memberatkan masyarakat.

BACA JUGA:Intensitas Hujan Jadi Faktor Kenaikan Harga Cabai Hingga Rp100 Ribu Per Kg

Pengawasan tersebut menjadi bagian dari strategi yang diterapkan oleh Pemkot Bengkulu untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar dan menjaga daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Bengkulu, tim Satgas Pangan, BPOM, Bulog, dan DKP untuk memantau pergerakan harga secara intensif, dengan mengadakan kegiatan operasi pasar dan pasar murah saat Ramadhan dan menjelang Lebaran 2024.

"Langkah-langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi terjadinya inflasi yang dapat berdampak negatif pada ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Kita juga merencanakan akan mengelar pasar murah, terutama menjelang Ramadhan ini," ujar dia.

Lanjut Erika, langkah-langkah preventif tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok dan pihaknya memastikan ketersediaan nya bagi masyarakat Kota Bengkulu menjelang bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA:Harga Cabai di Kota Bengkulu Melambung Rp90 Ribu Hingga Rp100 Ribu Per Kg

Sementara itu, Disperindag Provinsi Bengkulu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Bulog dan Dinas Pertanian Bengkulu, mengadakan kegiatan operasi pasar dan pasar murah.

Pasar murah tersebut digelar pada Maret mendatang yang dilaksanakan di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu.

Hal tersebut dilakukan guna menstabilkan harga pangan khususnya cabai merah yang saat ini telah mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram di Kota Bengkulu.

Serta mengantisipasi potensi terjadinya inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Kota Bengkulu. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: