Target 2026 Tuntas, Bupati Kaur Perintahkan Satpol PP Sikat Ternak Liar
Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., menetapkan target besar bahwa permasalahan hewan ternak liar di seluruh wilayah Kabupaten Kaur-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur memperkuat komitmennya dalam menata ketertiban umum dan mendukung sektor pertanian. Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., menetapkan target besar bahwa permasalahan hewan ternak liar di seluruh wilayah Kabupaten Kaur harus tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
Penegasan ini disampaikan Bupati di sela kegiatan Safari Ramadan, Selasa (3/3). Menurutnya, penertiban masif ini sangat krusial agar program unggulan daerah, khususnya di sektor perkebunan dan pertanian, tidak terhambat oleh gangguan hewan peliharaan yang dilepasliarkan.
Bupati Gusril menekankan bahwa masa sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat sudah dianggap cukup. Saat ini, Pemkab Kaur melalui Satpol PP telah memasuki tahap penegakan Peraturan Daerah (Perda) secara ketat tanpa pandang bulu.
“Penindakan yang dilakukan anggota Satpol PP dalam beberapa pekan terakhir adalah bentuk nyata penegakan Perda terbaru. Pemilik ternak yang tetap membiarkan hewannya berkeliaran di jalan umum harus siap menanggung segala risiko hukum,” tegas Bupati.
Untuk memaksimalkan pengawasan, Bupati telah menginstruksikan tim penertiban untuk beroperasi secara rutin setiap hari, mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari. Langkah ini diambil karena pada jam-jam tersebut aktivitas ternak liar di jalan raya dan lahan pertanian warga seringkali meningkat.
BACA JUGA:Wakil Walikota Ronny Tobing Sumbangkan Gajinya untuk Pembangunan Masjid
BACA JUGA:Walikota Dorong Mahasiswa Berwirausaha, Maksimalkan Media Sosial
“Petugas bahkan rutin berkeliling menggunakan pengeras suara dari desa ke desa untuk memastikan pesan ini sampai. Jadi, kami minta masyarakat kooperatif dan memaklumi jika ada hewan yang terpaksa ditangkap atau ditarik oleh petugas,” tambahnya.
Permasalahan ternak liar dinilai menjadi beban bagi kenyamanan publik, mulai dari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan hingga kerusakan tanaman hasil jerih payah petani. Target tuntas 2026 menjadi prioritas utama untuk memastikan masyarakat dapat bercocok tanam dengan tenang.
“Pemerintah ingin memastikan setiap warga yang bercocok tanam merasa aman tanpa khawatir hasilnya dirusak hewan liar. Ini berkaitan erat dengan keberhasilan pembangunan daerah kita,” pungkas Bupati.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


