Banner HONDA

Kasus DBD di Kota Bengkulu Turun, Dinkes Ingatkan Warga Tetap Waspada

Kasus DBD di Kota Bengkulu Turun, Dinkes Ingatkan Warga Tetap Waspada

Nely Hartati--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bengkulu tercatat mengalami penurunan sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mencatat sebanyak 18 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga Juli 2026.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Nely Hartati, mengatakan penurunan kasus tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. Upaya pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap perlu dilakukan secara rutin, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Walaupun kasusnya menurun, kita tidak boleh lengah. Upaya pencegahan tetap harus dilakukan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Nely.

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kasus DBD berpotensi kembali meningkat ketika musim penghujan tiba. Genangan air yang muncul setelah hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, terutama apabila tidak segera dibersihkan.

Karena itu, Nely meminta warga rutin memeriksa berbagai tempat penampungan air di lingkungan rumah masing-masing. Warga juga diminta menguras dan membersihkan tempat penampungan serta memastikan tidak terdapat jentik nyamuk.

BACA JUGA:Musim Kemarau Picu Krisis Air, BPBD Kota Bengkulu Salurkan Bantuan ke Warga

BACA JUGA:10 Pasangan di Bengkulu Akan Ikuti Program Nikah Gratis, Seluruh Biaya Ditanggung Pemkot

“Kita bersama-sama berharap angka ini bisa terus mengalami penurunan. Jagalah tampungan-tampungan air di rumah masing-masing dan pastikan tidak ada jentik nyamuk, sehingga kita benar-benar bisa bebas dari DBD,” katanya.

Dinkes Kota Bengkulu juga terus memantau perkembangan kasus berdasarkan laporan dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit yang menangani pasien dengan dugaan maupun kasus DBD.

Hingga Juli 2026, total 18 kasus DBD tercatat di Kota Bengkulu. Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga musim penghujan datang untuk mulai melakukan pencegahan, mengingat peningkatan curah hujan dapat meningkatkan potensi munculnya tempat perindukan nyamuk. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: