Banner HONDA

Perusahaan Batu Bara Siap Dukung Proyek Rel Kereta Api Bengkulu, Pemprov Surati Kemenhub RI

Perusahaan Batu Bara Siap Dukung Proyek Rel Kereta Api Bengkulu, Pemprov Surati Kemenhub RI

Pemprov Bengkulu melirik potensi pendanaan dari sektor swasta dan korporasi untuk mewujudkan rencana proyek infrastruktur strategis pembangunan jalur kereta api di Provinsi Bengkulu.-RIO SUSANTO-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Rencana besar pembangunan jalur kereta api di Provinsi Bengkulu terus diupayakan untuk dapat segera direalisasikan. Di tengah tekanan kondisi keuangan negara yang saat ini masih terbatas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai bergerak taktis dengan melirik potensi pendanaan dari sektor swasta dan korporasi besar guna mewujudkan proyek infrastruktur strategis tersebut.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Bengkulu, RA Denni, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pada prinsipnya saat ini sudah ada pihak swasta serta beberapa perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara yang secara terbuka menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung penuh pembangunan rel kereta api di Bumi Rafflesia.

"Pada prinsipnya, ketertarikan itu sudah ada. Pihak swasta dan perusahaan batu bara menyatakan siap mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan moda transportasi kereta api di Bengkulu," ujar RA Denni, Senin (18/5/2026).

Meski minat dari para investor swasta tergolong tinggi, Denni menegaskan bahwa seluruh skema pembiayaan dan pelaksanaan fisik di lapangan nantinya wajib disesuaikan dengan regulasi hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini sangat penting dipatuhi sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan legalitas atau administrasi di kemudian hari. Oleh karena itu, Pemprov Bengkulu memastikan akan mengoordinasikan seluruh tahapan rencana ini bersama pemerintah pusat.

"Tentu ada mekanisme baku dan batasan kewenangan yang harus dipatuhi. Maka dari itu, proses ini harus difasilitasi dan mendapatkan lampu hijau terlebih dahulu dari pemerintah pusat," tambah Denni.

BACA JUGA:Hadapi Rangkaian Berat Arafah-Muzdalifah-Mina, Ratusan JCH Bengkulu Matangkan Stamina dan Alur Ibadah

BACA JUGA:Kukuhkan Struktur Organisasi, 99 Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Bengkulu Selatan Resmi Dilantik

Sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti ketertarikan para investor tersebut, Pemprov Bengkulu telah melayangkan surat resmi yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Melalui surat tersebut, Pemprov memohon agar pihak kementerian dapat memfasilitasi forum pertemuan bersama (audiensi) yang mempertemukan kementerian teknis terkait, kepala daerah, investor swasta, serta perwakilan manajemen perusahaan batu bara.

"Fasilitasi dari Kemenhub ini sangat penting dan mendesak, karena secara regulasi, kewenangan penuh atas pembangunan, operasional, dan izin moda transportasi perkeretaapian berada mutlak di bawah kendali pemerintah pusat," tegas Denni.

Lebih lanjut, Denni menjelaskan bahwa pola kolaborasi atau kemitraan dengan pihak ketiga ini menjadi salah satu solusi paling rasional di tengah ketatnya alokasi anggaran belanja pemerintah saat ini. Sinergi yang matang dan pembagian porsi kerja yang jelas diharapkan dapat membuat megaproyek jalur kereta api ini berjalan lancar tanpa harus membebani keuangan negara secara berlebihan.

"Karena kondisi keuangan negara saat ini masih mengalami tekanan fiskal, maka kita di daerah perlu jeli mencari formulasi dan alternatif pendanaan terbaik agar proyek vital pembangunan kereta api di Bengkulu ini tetap bisa direalisasikan demi mendongkrak ekonomi daerah," pungkas Denni.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait