Meski Ada Efisiensi Rp400 Miliar, Gubernur Bengkulu Pastikan Anggaran PMI Tetap Aman
Helmi Hasan-FOTO MC PEMPROV BKL-
BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IX Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu resmi dibuka di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3). Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pengurus periode 2021–2026 sekaligus menyusun nakhoda baru untuk periode 2026–2031.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan PMI Pusat, pengurus PMI kabupaten/kota, serta para relawan kemanusiaan se-Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu memberikan penegasan terkait dukungan finansial bagi organisasi kemanusiaan ini. Meskipun Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp400 miliar dari total APBD Rp2,7 triliun, Gubernur memastikan alokasi untuk PMI tidak akan dipangkas.
“Meski dilakukan efisiensi anggaran daerah, komitmen kemanusiaan tidak boleh berkurang. Anggaran untuk PMI tetap kita pertahankan karena perannya yang sangat krusial bagi masyarakat,” tegas Gubernur.
Selama masa bakti 2021–2026, PMI Bengkulu dinilai aktif menjalankan berbagai program strategis, mulai dari operasional Unit Transfusi Darah (UTD) hingga aksi tanggap darurat. Salah satu capaian yang disoroti adalah keterlibatan aktif relawan dalam penanganan musibah banjir besar pada November 2025 lalu melalui distribusi logistik dan penyediaan armada air bersih.
BACA JUGA:Wawako Ronny Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Maksimalkan Media Sosial
BACA JUGA:Sepekan Dua Penggerebekan di Kota Bengkulu, Dari Sanksi Adat Hingga Skandal Oknum Lurah
Gubernur mengingatkan bahwa Bengkulu merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga kesiapsiagaan PMI sebagai mitra pemerintah harus terus ditingkatkan.
Musprov IX ini memiliki tiga agenda utama sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI, yakni evaluasi pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026 dan penyusunan rencana strategis dan program kerja lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua dan Pengurus PMI Provinsi Bengkulu periode 2026–2031.
Gubernur berharap forum ini menjadi ajang konsolidasi yang kuat untuk memperkokoh peran PMI dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


