Tiga Anak Terpisah Berhasil Ditemukan Selamat
Anggota Polres Kaur saat menyerakan anak yang sempat hilang di pantai laguna kepada orang tua korban Senin 23 Maret 2026---foto: istimewa -
BENGKULUEKSPRESS.COM - Aparat kepolisian Polres Kaur menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama masa libur Lebaran 1447 H.
Personel yang bertugas di Pos Pengamanan (Pospam) Laguna memberikan respons cepat saat menangani insiden pengunjung yang terpisah dari anggota keluarga mereka di tengah kepadatan objek wisata.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Pantai Laguna, Desa Merpas, Kecamatan Nasal.
Suasana liburan yang meriah sempat diwarnai kepanikan ketika petugas Pospam menerima laporan mengenai adanya anak-anak yang terlepas dari pengawasan orang tua mereka saat asyik menikmati pemandangan pantai.
Segera setelah menerima laporan tersebut, personel pengamanan di bawah komando Polres Kaur langsung bergerak taktis.
"Untuk tiga anak yang sempat terpisah dengan orang tua di pantai Laguna sudah kita temukan dan kini sudah dengan orang tua korban, "kata Kapolres Kaur AKBP Alam Bawono, S.I.K., MTr.Opsla, melalui Kapospam Pantai Laguna Iptu Kosseri, SH,Senin 23 Maret 2026.
BACA JUGA:Kapolda Bengkulu Pantau Keamanan Objek Wisata di Bengkulu
BACA JUGA:Antisipasi Terjadi Macet, Polres Kepahiang Rekayasa Lalu Lintas ke Wisata Kebun Teh Kabawetan
Dikatakan Kosseri, langkah awal yang dilakukan adalah melakukan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang area pantai guna melacak keberadaan anak-anak yang dilaporkan hilang dari pandangan keluarga tersebut.
Tidak hanya mengandalkan pencarian fisik, petugas juga memanfaatkan sarana pendukung dari Polsek Nasal.
Sebuah kendaraan patroli yang dilengkapi dengan pengeras suara dikerahkan untuk berkeliling area wisata, mengumumkan identitas dan ciri-ciri anak-anak tersebut agar masyarakat sekitar dapat ikut membantu memberikan informasi.
Berdasarkan catatan petugas, terdapat tiga anak yang sempat terpisah dalam waktu yang hampir bersamaan. Mereka adalah Gibran (7 tahun) dari Kaur Selatan, Aprika Dania Pratiwi (5 tahun) asal Muara Enim, Sumatera Selatan, serta seorang balita berusia dua tahun yang beruntung dapat ditemukan lebih awal oleh keluarganya.
Berkat koordinasi yang solid dan respons yang sangat cepat dari seluruh personel di lapangan, semua anak tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
"Pengamanan di objek wisata memang menjadi prioritas utama selama Operasi Ketupat, selain dari tugas rutin pengaturan arus lalu lintas mudik," terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




