Depresi, IRT Melahirkan di Sungai

Depresi, IRT Melahirkan di Sungai

AIR NAPAL, BE – Diduga depresi ditinggal sang suami, Esi (28), warga Kecamatan Ketahun yang sedang hamil 9 bulan, tiga hari nyasar di Kecamatan Kerkap. Dalam perjalanannya itu, Esi melahirkan anaknya di sungai tanpa ada yang membantunya saat proses persalinan. Data terhimpun BE, Esi dikabarkan ditinggal suaminya, Boy (31). Akibatnya dia depresi kemudian pergi dari rumah membawa tiga tas kecil berisikan pakaian. Saat ditanya warga, ia mengatakan ingin ke tempat sanak keluarganya di Desa Lubuk Sematung Kecamatan Air Napal. Warga yang berusaha menolongnya sudah melapor ke Polsek di wilayah Air Napal, kemudian pihak Polsek hendak mengantar Esi ke kantor Dinas Sosial BU. Namun yang bersangkutan menolak dan tetap ingin menginap di pos kamling. \"Kami sudah sempat lapor polsek, dan polsek mencoba mengantarkan ke Dinsos, akan tetapi ditolak, karena tidak mau menerima, yang akhirnya dibiarkan saja menginap di pos kamling desa, dan siang itu Ia hendak pergi mencari keluarganya dan kami masyarakat desa mempersilahkannya,\" kata Slamet (35), salah seorang warga. Kapolres BU melalui Kapolsek Kerkap Iptu Mudzakir Dahlan membenarkan adanya wanita hamil yang dibawa ke Polsek. Melihat wanita itu hamil tua, polisi mencoba mengantar ke Dinsos BU, akan tetapi ditolak. \"Kami tidak bisa berbuat banyak, akhirnya ia pergi sendiri ke Desa Lubuk Sematung, katanya ada keluarga,\" ungkap Iptu Midzakir. Sementara Kades Lubuk Sematung, Tandarwi mengatakan, wanita itu sudah lama ditinggal suaminya dalam keadaan hamil. Sementara kedua orang tua wanita itu sudah bercerai, dan tidak diketahui lagi keberadaannya. Hingga akhirnya korban menjadi depresi dan mencoba mencari keluarga ke desa tersebut. “Sebelum tiba di rumah keluarganya ternyata diketahui ada warga yang melihat korban melahirkan di sungai di Desa Ketapi. Kemudian dilaporkan ke kades, dan barulah wanita itu menemukan keluarganya,\" kata kades.(117)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: