Begini Cara Pembelian Beras Murah SPHP di Kota Bengkulu, Harganya Rp 53/Perkg

Begini Cara Pembelian Beras Murah SPHP di Kota Bengkulu, Harganya Rp 53/Perkg

Beras SPHP, harganya murah -Foto: istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Cara beli beras Bulog dapat dilakukan dengan pembelian langsung maupun secara online di beberapa e-commerce. 

Badan Urusan Logistik atau Bulog merupakan perusahaan umum pangan di Indonesia yang memastikan pasokan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Bengkulu yang bekerjasama dengan Bulog pun menggelar pasar murah untuk pembelian beras SPHP ini dengan harga lebih murah dari pasaran yakni Rp 53 ribu per 5 Kilogram. 

Kabid Pengembangan Perdagangan Disdagrin Kota Bengkulu Erika Ariesanti menjelaskan, operasi pasar murah beras SPHP ini sudah bisa didapatkan di kantor lurah masing-masing. 

BACA JUGA:Disnaker Kota Bengkulu Buka Posko Pengaduan THR

Namun pemesanan beras murah ini melalui mekanisme pendaftaran yang dilakukan melalui RT masing-masing dan melakukan pembayaran di awal sesuai jumlah beras yang ingin dibeli. 

"Berdasarkan hasil rapat kita beberapa hari lalu, pasar murah beras ini dilakukan pendaftaran berjenjang. Ketua RT mengumumkan ke warganya dan dilakukan pendataan siapa saja warga yang mendaftar untuk pembelian beras SPHP. Nanti data ini diserahkan ke kantor lurah masing-masing," jelas Erika, Senin 18 Maret 2024.

Ia menambahkan, masa waktu pendaftaran pemnelian beras ini dibuka hingga kuota pembelian beras ke Bulog tercukupi. Pembelian beras ini pun dijatahi per KK maksimal 15 kilogram beras. 

Mengingat di Bulog tak bisa melakukan pengantaran pesanan dalam skala kecil, dan nantinya beras ini akan diturunkan di kantor camat masing-masing. 

BACA JUGA:Kemendagri Imbau Pemkot Bengkulu Siapkan Langkah Strategis Atasi Inflasi

"Tujuannya agar warga bisa mendapat harga beras terjangkau sehingga mereka nyaman menghadapi Ramadan. Apalagi saat ini harga beras lagi naik tinggi dan SPHP ini menjadi solusi. Selain itu tujuannya juga untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras yang beredar di tingkat konsumen," tutup Erika. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: