SELUMA TIMUR, BE- Dalam rangka mencegah berkembangnya organisasi dan menangkal masuknya ideologi serta paham radikalisme Islamic State of Irak And Syiriah(ISIS) dan Gerakan Fajar Nusantara(Gafatar) di kabupaten Seluma. Warga diharuskan bisa mencegah dan mengetahui modus-mudus baru dalam penyebaran sejumlah ajaran. “Sejauh ini memang ajaran sesat dan radikan keduanyya ini belum ada terindikasi di kabupaten Seluma. Namun selaku warga haruslah bisa mengetahui pergerakannya dimanapun dan kapanpun,” tegas ketua Forum Komunasi Umat Beragama(FKUB) Seluma H Darsono Mpd saat memberi materi di Polres Seluma kemarin pukul 10.00 WIB Darsono menekankan kepada seluruh mahasiswa bahwa paham dan ideologi yang dikembangkan ISIS sangat bertentangan dengan ajaran agama dan berpotensi merusak kesatuan dan persatuan Bangsa. Oleh sebab itu, diimbau kepada seluruh masyarakat Seluma umumnya, untuk tidak terpengaruh dan ikut serta pada pergerakan organisasi tersebut. Untuk mencegah dan menangkal ISIS, diperlukan adanya pemahaman agama yang utuh di kalangan para pemuda. Pasalnya, target utama kelompok ISIS yakni merekrut pemuda untuk dijadikan tameng dalam setiap aksi radikalnya. Bagitu juga dengan pergerakan gafatar yang sempat mendatangi seluma februari tahun 2015 lalu. “ISIS memang belum, namun gafatar sudah sempat mendatangi Seluma dan beberapa kecamatan sudah didatanginya,” ujarnya. Darsono menambahkan, kecamatan yang menjadi kunjungan dari gafatar terdahulu adalah. Kecamatan Ulu Talo, Ilir Talo, Seluma Timur dan Seluma Barat. Serta mengunjungi Pasar tais sebanyak 3 kali secara berturut-turut. Kedatanggan mereka ini hanya menyebarkan majalah. Serta mengatasnamakan darinya bernama Hengki dari Bengkulu Tenggah dengan organisasi DPK. Namun setelah di kroscek itu semua hanyalah modus saja. “Warga juga harus waspada dengan pendatang baru dan jangan mudah untuk tertarik dengan apa yang disampaikan dan terpenting jangan terpercaya, ” imbuhnya. Dalam kesepatan cegah tangkal tersebut Kapolres Seluma AKBP Joko sadono SIK SH MH menambahkan ISIS bukan agama, tapi suatu organisasi radikal yang mengatasnamakan agama. Bila gerakan ini masuk ke Indonesia, maka sangat berpotensi memecah belah persatuan dan dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ideologi yang dikembangkan ISIS sangat bertentangan dengan ideologi Bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila. Oleh sebab itu, pemerintah beserta organisasi keagamaan telah menyatakan sikap menolak keras penyebaran ISIS”tegas Kapolres. Para pemuda khususnya kalangan masyaraakat Seluma, harus tahu ajaran-ajaran yang sudah mengarah ke paham ISIS atau ideologi radikalism lainnya. Sehingga, ketika ditemukan di lingkungan sekitar kita, dapat segera ditangkal dan dicegah.(333)
Cegah ISIS dan Gafatar
Jumat 19-02-2016,10:40 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,21:49 WIB
Gubernur Bengkulu Beri THR Diskon 50% Pajak Kendaraan Non-BD Lewat Program BBNK Selama Lebaran
Senin 23-03-2026,18:52 WIB
Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Meningkat Hingga 122 Persen
Senin 23-03-2026,19:42 WIB
ASN Dilarang Tambah Libur Lebaran, Siap-Siap Disanksi Jika Bolos
Senin 23-03-2026,20:19 WIB
Kapolda Bengkulu Pantau Keamanan Objek Wisata di Bengkulu
Senin 23-03-2026,19:47 WIB
Antisipasi Terjadi Macet, Polres Kepahiang Rekayasa Lalu Lintas ke Wisata Kebun Teh Kabawetan
Terkini
Selasa 24-03-2026,18:17 WIB
Puluhan Ribu Wisatawan Padati Destinasi Wisata Kota Bengkulu Saat Lebaran
Selasa 24-03-2026,17:27 WIB
Pengamanan Diperketat, Polisi Jaga Wisata dan Hiburan di Mukomuko
Selasa 24-03-2026,17:23 WIB
Pungli di Jalur Pantai Seluma Viral, Kapolres Langsung Bertindak
Selasa 24-03-2026,17:18 WIB
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Mukomuko Wajib Hadir, Pemkab Siapkan Sidak ke OPD
Selasa 24-03-2026,17:15 WIB