HONDA BANNER

Waspada Konten Berbahaya, Ini 6 Game yang Sebaiknya Tidak Dimainkan Anak

Waspada Konten Berbahaya, Ini 6 Game yang Sebaiknya Tidak Dimainkan Anak

Game Online yang Sebaiknya Dihindari Anak-anak -freepik.com -

BENGKULUEKSPRESS.COM - Perkembangan industri gim digital membuat anak-anak kini semakin mudah mengakses berbagai permainan secara daring. Meski banyak gim yang bersifat edukatif dan mengasah kreativitas, tidak semuanya ramah untuk usia dini.

Sejumlah judul bahkan dinilai mengandung kekerasan, bahasa tidak pantas, hingga unsur dewasa yang berisiko memengaruhi tumbuh kembang anak.

Orang tua pun diimbau lebih selektif dalam mengawasi aktivitas bermain gim si kecil. Berikut beberapa gim yang kerap menjadi sorotan dan dinilai kurang sesuai untuk anak.

1. Roblox

Platform gim gratis ini sangat populer di kalangan anak-anak karena menawarkan ribuan permainan buatan pengguna. Namun, sistem yang memungkinkan siapa saja membuat dan mempublikasikan gim sendiri memunculkan risiko hadirnya konten yang tidak sesuai usia.

Selain itu, fitur percakapan antarpemain membuka peluang terjadinya perundungan siber maupun interaksi dengan orang tak dikenal. Di Indonesia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sempat melarang peserta didik memainkan gim ini karena dinilai mengandung unsur kekerasan.

BACA JUGA:345 Mahasiswa Universitas Dehasen di Wisuda, Lulusan Terbaik Raih IPK Sempurna 4,00

BACA JUGA:Alami Trauma dan Takut ke Sekolah, Siswi Korban Pengeroyokan di Bengkulu Minta Pindah

Beberapa negara seperti Guatemala, Yordania, Oman, Turki, dan Uni Emirat Arab juga pernah mengambil langkah pembatasan, sementara Belgia dan Belanda memberlakukan pengawasan ketat.

2. Man Hunt

Gim ini dikenal luas karena tingkat kekerasannya yang ekstrem. Sekuelnya bahkan sempat menuai kontroversi dan disebut sebagai salah satu gim paling brutal yang pernah dibuat. Di Australia, peredarannya pernah dilarang setelah muncul kasus remaja yang diduga terpengaruh konten dalam permainan tersebut.

3. Medal of Honor

Seri gim bertema perang ini menyajikan adegan tembak-menembak yang intens. Selain unsur kekerasan, kontroversi muncul karena pemain sempat diberi opsi memerankan karakter dari kelompok Taliban dalam salah satu serinya. Walau ditujukan untuk pasar dewasa, gim ini masih mudah ditemukan di sejumlah toko, termasuk dalam bentuk tidak resmi.

4. Resident Evil 5

Gim bergenre horor aksi ini menghadirkan banyak adegan pertarungan melawan makhluk mengerikan dengan visual yang cukup vulgar. Selain kekerasan, gim ini juga sempat menuai kritik terkait isu sensitif dalam penggambaran karakter dan latar cerita. Kontennya dinilai belum layak dikonsumsi anak-anak.

BACA JUGA:Retret Merah Putih SMAN 1 Kota Bengkulu, Asah Otak Kanan dan Hafal 40 Hadits

BACA JUGA:345 Mahasiswa Universitas Dehasen di Wisuda, Lulusan Terbaik Raih IPK Sempurna 4,00

5. Grand Theft Auto: San Andreas

Sekilas tampil seperti gim petualangan biasa, namun permainan ini sarat aksi kriminal, mulai dari pencurian kendaraan hingga kekerasan terhadap karakter lain. Tema dan kebebasan aksi di dalamnya membuat gim ini masuk kategori dewasa dan tidak dianjurkan untuk anak.

6. Leisure Suit Larry: Magma Cum Laude

Berbeda dari gim penuh aksi, judul ini lebih menonjolkan unsur humor dewasa dan interaksi bernuansa seksual. Karakter utama digambarkan bebas berinteraksi dan merayu perempuan, sehingga kontennya jelas tidak sesuai untuk anak di bawah umur.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Paparan konten digital dapat berdampak pada pola pikir dan perilaku anak. Oleh sebab itu, pengawasan aktif dari orang tua menjadi kunci utama. Memeriksa rating usia, memahami isi permainan, serta membatasi waktu bermain adalah langkah sederhana namun efektif untuk melindungi anak.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital keluarga menjadi benteng penting agar anak tetap mendapatkan pengalaman bermain yang aman, sehat, dan sesuai tahap perkembangannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: