SEGINIM, BE - Petani Kecamatan Seginim saat ini mengeluhkan kondisi tanaman padi dan juga bibit padi dipersemaian selalu diserang hama tikus. Serangan hama ini cukup parah dan membuat petani ketar-ketir karena terancam gagal panen. \"Sebagian besar sawah warga terserang hama ini (tikus). Persoalan ini menjadi petani cemas karena berimbas pada hasil panen,\" ujar salah seorang petani, Suharudin. Menurutnya, hampir setiap malam hama tikus itu selalu menyerang tanaman padi petani. Akibatnya bibit padi itu menjadi rusak dan tidak bisa dipergunakan. Imbasnya, petani harus menyemai benih baru lagi dan menunggu waktu selama beberapa minggu. \"Belum lagi biaya yang mengalami kerugian, namun tenaga dan waktu juga sudah terkuras akibat hama tikus yang marak saat ini, \" bebernya. Terkait kondisi ini, petani berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang terjadi. Termasuk halnya pengambilan langkah-langkah untuk penanganan hama itu. Pasalnya warga sudah kewalahan terhadap serangan hama tikus tersebut.\"Dinas pertanian bisa memberikan bantuan racun tikus kepada petani karena hama tikus sudah sangat parah,\" pungkasnya. (369)
Padi Diserang Hama Tikus
Rabu 02-01-2013,19:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,09:41 WIB
Gerakan Cegah Penularan Tuberkulosis dan Penanggulangan TBC melalui Edukasi pada Ibu Hamil dan Ibu Balita
Kamis 27-08-2026,12:01 WIB
Syarifudin Dilantik Jadi Sekda Definif Kabupaten Lebong
Kamis 27-08-2026,12:22 WIB
Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui
Kamis 27-08-2026,13:41 WIB
KONI Provinsi Bengkulu Bidik 6 Emas di PON 2028, Atlet Berprestasi Disiapkan Masa Depan
Kamis 27-08-2026,13:49 WIB
Didukung 53 Personel, Damkar Mukomuko Masih Terkendala Armada dan Pos
Terkini
Kamis 27-08-2026,16:53 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting
Kamis 27-08-2026,16:52 WIB
28 Ribu Warga Bengkulu Nikmati BPJS Gratis, Pemkot Perkuat Jaminan Kesehatan
Kamis 27-08-2026,16:41 WIB
Alur Pulau Baai 6,5 Meter LWS, Dua Kapal Bawa 7.500 Ton Pertalite Lancar Bersandar
Kamis 27-08-2026,16:27 WIB
Saksi Bongkar Fee 18–20 Persen Proyek dari PT CMC di Rejang Lebong
Kamis 27-08-2026,16:22 WIB