Banner HONDA

Kepala SMKN 1 Bengkulu Dipanggil Disdikbud, Sanksi Tunggu Keputusan Sekda dan BKD

Kepala SMKN 1 Bengkulu Dipanggil Disdikbud, Sanksi Tunggu Keputusan Sekda dan BKD

Kepala SMKN 1 Bengkulu Dipanggil Dikbud, Sanksi Tunggu Keputusan Sekda dan BKD-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Polemik kegiatan study tour SMKN 1 Kota Bengkulu ke Pagar Alam, Sumatera Selatan, mulai ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu.

Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu Ismail Harahap bersama delapan orang guru dipanggil ke Kantor Dikbud Provinsi Bengkulu untuk menjalani pembinaan dan memberikan klarifikasi terkait kegiatan tersebut.

Pertemuan berlangsung tertutup di ruang Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikbud Provinsi Bengkulu. Ismail datang bersama delapan guru dari SMKN 1 Kota Bengkulu.

Rombongan tersebut diterima langsung Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu Zulhendri. Ia didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK Rainer Atu, S.E., M.M., beserta sejumlah jajaran Dikbud Provinsi Bengkulu.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Dikbud menggali informasi mengenai pelaksanaan study tour yang dilakukan SMKN 1 Kota Bengkulu pada Kamis (10/9/2026).

BACA JUGA:Siap Digunakan, Kapolres Mukomuko Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi

BACA JUGA:Usai Audit 17 Puskesmas, Inspektorat Mukomuko Bidik 120 Desa

Ada momen menarik ketika pertemuan selesai. Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu Ismail Harahap sempat mempertanyakan media yang memberitakan persoalan tersebut.

Namun, ketika hendak meninggalkan lokasi, Ismail memilih tidak memberikan penjelasan kepada wartawan. Ia hanya mengangkat kedua tangannya sembari memberikan isyarat kepada awak media.

“No, no way. Langsung Pak Kadis. SMKN 1 Kota Bengkulu bukan berita,” ucapnya sembari meninggalkan wartawan.

Kepala Dikbud Provinsi Bengkulu Zulhendri mengatakan pemanggilan dilakukan sebagai tindak lanjut atas kegiatan study tour SMKN 1 Kota Bengkulu ke Pagar Alam.

Dari hasil klarifikasi awal, pihak sekolah membenarkan bahwa keberangkatan tersebut merupakan kegiatan study tour.

“Apapun alasan mereka, kami dari Dikbud tetap melakukan pembinaan,” ujar Zulhendri.

Menurut Zulhendri, proses pembinaan tidak berhenti pada pemanggilan kepala sekolah dan guru. Dikbud juga memastikan akan ada tindak lanjut berupa sanksi terhadap pihak sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: