Salah satu jenis tofu yang paling mudah dibedakan dari tahu Indonesia adalah silken tofu.
Silken tofu memiliki tekstur sangat lembut, halus dan menyerupai puding. Dalam proses pembuatannya, susu kedelai yang lebih kental digumpalkan langsung di dalam wadah tanpa proses pengeluaran cairan seperti pada tahu yang ditekan.
Karena memiliki kandungan air yang lebih tinggi dan tekstur yang sangat lembut, silken tofu tidak cocok untuk diperlakukan seperti tahu padat. Produk ini lebih sering digunakan dalam sup, saus, hidangan lembut, atau disantap dengan pelengkap tertentu.
Tahu Indonesia Cenderung Lebih Padat
Sementara itu, tahu yang umum dijual di Indonesia biasanya memiliki tekstur lebih kokoh.
Setelah susu kedelai menggumpal, bagian padat kemudian dicetak dan ditekan untuk mengeluarkan sebagian cairan. Semakin banyak cairan yang dikeluarkan, umumnya semakin padat tekstur yang dihasilkan.
Tingkat kepadatan tersebut membuat tahu lebih mudah dipotong, digoreng, ditumis, dibakar maupun dimasak bersama berbagai bumbu.
Namun, bukan berarti semua tahu Indonesia selalu padat. Di pasaran juga terdapat berbagai jenis tahu dengan tekstur yang berbeda.
Bahan Penggumpalnya Juga Bisa Berbeda
Fakta menarik lainnya adalah jenis bahan penggumpal yang digunakan dapat memengaruhi karakter tahu atau tofu.
Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan tofu antara lain kalsium sulfat, magnesium klorida atau nigari, serta bahan penggumpal lainnya. Kalsium sulfat dapat menghasilkan tofu dengan karakteristik yang berbeda dari tofu yang menggunakan nigari.
Penggunaan bahan penggumpal juga dapat memengaruhi tekstur dan kandungan mineral pada produk akhir. Tofu yang dibuat menggunakan kalsium sulfat, misalnya, dapat memiliki kandungan kalsium lebih tinggi dibandingkan tofu yang menggunakan nigari.
Tofu Berasal dari Tradisi Kuliner Asia
Tofu juga memiliki sejarah panjang di Asia.
Catatan sejarah mengenai tofu menunjukkan bahwa makanan ini telah lama dikenal di China. Namun, asal-usul pastinya masih menjadi bahan diskusi karena terdapat beberapa teori mengenai bagaimana tofu pertama kali dikembangkan.
Salah satu teori mengaitkannya dengan Liu An, seorang bangsawan pada masa Dinasti Han, tetapi teori tersebut tidak dapat dianggap sebagai fakta yang benar-benar pasti. Sumber sejarah tentang tofu menunjukkan adanya beberapa teori mengenai asal-usul makanan tersebut.