Jelang Pilkades Mukomuko, Kapolres Ingatkan Warga Tak Terprovokasi Hoaks
Himbauan Kamtibmas Polres Mukomuko-Desain dibuat dengan bantuan AI-
BENGKULUEKSPRESS.COM — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026, Kepolisian Resor (Polres) Mukomuko meningkatkan kewaspadaan wilayah. Warga diminta untuk ekstra hati-hati dan tidak mudah terprovokasi oleh isu liar maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pilkades serentak di Kabupaten Mukomuko sendiri dijadwalkan bakal berlangsung di 37 desa pada November 2026 mendatang. Pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian saat ini telah mematangkan langkah pengamanan serta pemetaan potensi kerawanan di tiap wilayah hukum.
Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik di tingkat desa merupakan hal yang lumrah dalam pesta demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai merusak tatanan sosial dan hubungan kekeluargaan antarwarga.
"Perbedaan pilihan itu wajar dalam proses demokrasi. Yang paling utama adalah menjaga persatuan dan persaudaraan. Jangan sampai karena Pilkades, hubungan kekeluargaan dan kerukunan tetangga justru terganggu," imbau Riky, Selasa 22 September 2026.
Secara khusus, Kapolres mengsoroti dinamika di media sosial maupun grup percakapan digital yang kerap menjadi sarana penyebaran kabar bohong (hoaks) dan narasi provokatif selama tahapan pemilihan.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi dan memastikan sumber informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
BACA JUGA:Dinsos Mukomuko Siapkan 15 Kursi Roda untuk Warga Disabilitas
BACA JUGA:IKD Mukomuko Baru 3,5 Persen, Disdukcapil Kejar Target Nasional 20 Persen
"Kami meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya. Gunakan media sosial secara bertanggung jawab dan jangan beri ruang bagi pihak yang ingin memecah belah," tegasnya.
Selain mewaspadai hoaks, Polres Mukomuko mengajak seluruh elemen—mulai dari calon kades, tim sukses, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat desa—untuk terlibat aktif memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Jika menemukan potensi konflik atau pergerakan yang mencurigakan di lingkungan masing-masing, warga diminta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian terdekat dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
"Keamanan bukan hanya tugas Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Silakan berikan dukungan kepada calon masing-masing secara tertib, santun, dan sesuai aturan," lanjut Riky
AKBP Riky Crisma Wardana memastikan bahwa jajaran Polres Mukomuko akan mengawal seluruh rangkaian Pilkades secara profesional dan menjunjung tinggi netralitas.
"Kami berkomitmen mengawal seluruh tahapan Pilkades sesuai kewenangan dengan mengedepankan netralitas dan pelayanan kepada masyarakat. Mari kita sukseskan Pilkades dengan kedewasaan. Berbeda pilihan bukan berarti harus bermusuhan," tutup Riky. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

