Bayi Malang di Pasar Bawah Berbobot 1,5 Kilogram, Diduga Lahir Prematur
Jasad bayi yang ditemukan di Pantai Pasar Bawah jalani otopsi di RSUD Hasanuddin Damrah Manna, Rabu 13 Mei 2026.-RENALD-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Penyelidikan kasus penemuan jasad bayi di kawasan Pasar Bawah, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan terus berlanjut. Fakta baru terkait kondisi bayi malang tersebut mulai terungkap setelah dilakukan pemeriksaan medis sementara oleh tim dokter RSUD Hasanuddin Damrah (HD) Manna.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan bebatuan dekat pesisir pantai itu diketahui berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, tim medis juga memperkirakan bayi lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan sekitar tujuh hingga delapan bulan.
Dokter IGD RSUD HD Manna, dr. Diya Ayu Lestari menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara bayi memiliki berat badan sekitar 1,5 kilogram. Kondisi tersebut sesuai dengan ciri bayi prematur yang belum memasuki masa kelahiran normal.
“Untuk hasil sementara, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1,5 kilogram dan diperkirakan lahir prematur pada usia kandungan sekitar 8 bulan. Sedangkan untuk penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan lanjutan,” ujar dr. Diya Ayu Lestari.
BACA JUGA:Okky Dwinanda Pimpin ISKI Bengkulu Periode 2026-2029
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Hormati Vonis Bebas Terdakwa Korupsi Tol, JPU Masih Pikir-Pikir Upaya Hukum
Meski sejumlah fakta awal telah diketahui, namun pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti kematian bayi tersebut. Saat ini proses autopsi lanjutan masih menunggu penanganan lebih lanjut guna mengetahui kondisi sebenarnya sebelum bayi ditemukan meninggal dunia.
Kasus penemuan bayi itu sendiri sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat Bengkulu Selatan setelah jasad bayi ditemukan tergeletak di atas bebatuan dekat pantai Pasar Bawah, Rabu siang 13 Mei 2026.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Kota Manna bersama Tim Inafis Polres Bengkulu Selatan yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan area dengan memasang garis polisi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Hingga saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap asal-usul bayi tersebut dan mencari tahu bagaimana jasad bayi bisa berada di lokasi penemuan. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak yang mengetahui kejadian tersebut.
Peristiwa itu memunculkan rasa prihatin mendalam di tengah masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap fakta sebenarnya agar misteri di balik penemuan bayi laki-laki prematur tersebut dapat segera terjawab.
Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang. (117)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
