Antisipasi Penimbunan Selama Ramadan, Unit Tipidter Polres BS Sidak Pasar Ampera
Unit Tipidter Satreskrim Polres BS melakukan kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Tradisional Ampera, Rabu 11 Maret 2026. -FOTO RENALD-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Selatan melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Tradisional Ampera, Rabu 11 Maret 2026.
Pemantauan dilakukan guna memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia serta mencegah terjadinya praktik penimbunan barang maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di Pasar Ampera, Kelurahan Ketapang Besar, Kecamatan Pasar Manna tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait. Tim pemantauan dipimpin oleh perwakilan Badan Pangan Nasional, Ikin Shodikin, serta diikuti personel Unit II Tipidter Satreskrim Polres BS yang diwakili Brigpol Pandu Pranata.
Selain itu turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Selatan Ir. Haroni, SP serta perwakilan dari Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan langsung kepada para pedagang dengan menanyakan harga berbagai komoditas serta memantau ketersediaan stok bahan pangan di lapak pedagang.
BACA JUGA:Tekan Harga Pangan Jelang Idulfitri, Ny. Poppy Gusril Pimpin Pasar Murah di Kecamatan Kelam Tengah
BACA JUGA:Pamit Cari Ikan Usai Sahur, Petani di Muara Sahung Ditemukan Meninggal di Sungai
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Ampera masih relatif stabil. Namun tim menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu.
Dua komoditas yang mengalami kenaikan harga yakni cabai merah keriting dan daging ayam ras. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya masih berada pada harga yang relatif stabil. Harga beras premium tercatat sekitar Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp13.750 per kilogram. Untuk beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dijual sekitar Rp12.000 per kilogram.
Harga kedelai berada di kisaran Rp10.500 per kilogram, bawang merah sekitar Rp40.000 per kilogram, serta bawang putih sekitar Rp38.000 per kilogram. Untuk komoditas cabai, cabai merah keriting dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kilogram. Sementara itu harga daging sapi berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras sekitar Rp48.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti telur ayam ras tercatat sekitar Rp29.866 per kilogram, gula konsumsi sekitar Rp17.500 per kilogram, serta minyak goreng sekitar Rp21.000 per liter. Untuk minyak goreng bersubsidi merek Minyak Kita dijual sekitar Rp15.700 per liter.
Sementara itu tepung terigu curah dijual sekitar Rp11.000 per kilogram, tepung terigu kemasan sekitar Rp14.000 per kilogram, ikan tongkol sekitar Rp30.000 per kilogram, serta garam halus sekitar Rp16.000 per kilogram.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Muhamad Akhyar Anugerah, SH, MH disampaikan oleh Kanit Tipidter Ipda Meki Sumarno mengatakan, kegiatan pemantauan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




