Banner HONDA

Dorong Ekonomi Desa, Pemkab Mukomuko Salurkan Program Budidaya Biofloc via Koperasi Merah Putih

Dorong Ekonomi Desa, Pemkab Mukomuko Salurkan Program Budidaya Biofloc via Koperasi Merah Putih

, Rahmad Hidayat, S.Pi, M.Si--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko terus tancap gas dalam memperkuat pertahanan ekonomi masyarakat desa. Melalui program Desa Merah Putih, pemerintah kini menjadikan koperasi sebagai penggerak utama dalam menyalurkan berbagai program subsidi dan kerakyatan yang bertujuan langsung untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

​Salah satu program terbaru yang menyasar peningkatan pendapatan masyarakat adalah pengembangan budidaya ikan air tawar menggunakan sistem kolam bioflok. Tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, seluruh kegiatan budidaya ini diwajibkan berada di bawah naungan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di desa dan kelurahan.

ini diterapkan pemerintah untuk memastikan bahwa usaha budidaya warga berjalan secara terstruktur, terkontrol, dan yang terpenting, memiliki manajemen pemasaran yang berkelanjutan melalui koperasi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, S.Pi, M.Si, mengungkapkan bahwa setiap koperasi akan mendapatkan alokasi tiga titik kolam bioflok. Pengelolaan setiap titik tersebut nantinya diserahkan kepada kelompok pembudidaya yang tergabung dalam koperasi.

Program ini sudah diluncurkan pemerintah pusat. Untuk di daerah, pelaksanaannya melalui koperasi. Setiap koperasi mendapat tiga titik, dan masing-masing dikelola oleh kelompok pembudidaya," jelas Rahmad. 

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Genjot Predikat Kota Layak Anak, Target Naik ke Madya 2026

BACA JUGA:Rehabilitasi Kantor Bupati Mukomuko Terapkan Skala Prioritas, Fokus pada Efisiensi Anggaran

​Rahmad menambahkan bahwa sistem bioflok dipilih bukan tanpa alasan. Metode ini dinilai sangat efisien karena mampu mengolah limbah budidaya menjadi sumber pakan tambahan melalui aktivitas mikroorganisme. Bagi masyarakat, ini berarti biaya produksi bisa ditekan secara signifikan dibandingkan budidaya kolam konvensional.

​Lebih jauh, keberadaan koperasi sebagai "payung" ekonomi diharapkan mampu memutus rantai kendala yang sering dihadapi pembudidaya kecil, yakni masalah pemasaran.

​"Koperasi ini diharapkan menjadi pusat pengelolaan usaha, mulai dari pemenuhan kebutuhan budidaya, distribusi, hingga pemasaran hasil panen. Jadi, masyarakat tidak perlu bingung lagi menjual hasil ikannya ke mana," terang Rahmad.

​Bagi masyarakat yang tertarik untuk terjun ke sektor ini, Dinas Perikanan Mukomuko membuka pintu lebar bagi kelompok pembudidaya untuk bergabung. 

Rahmad menekankan bahwa kelompok yang berminat hanya perlu memastikan administrasi dan kesiapan anggota sesuai dengan struktur koperasi yang ada.

​"Bagi kelompok yang siap dan berminat, silakan ajukan permohonan ke Dinas Perikanan Mukomuko. Nanti akan kita proses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

​Ia juga berpesan agar kelompok yang ingin terlibat harus memiliki komitmen tinggi dalam pengelolaan. Sebab, tujuan utama program ini adalah menciptakan kebangkitan sektor budidaya ikan air tawar di Mukomuko yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi warga desa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait