Pedagang Bersedia Tertibkan Lapak di Pantai Panjang
Pedagang Bersedia Tertibkan Lapak di Pantai Panjang--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata kembali melakukan pembenahan kawasan wisata Pantai Panjang dengan pendekatan persuasif.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kawasan pantai yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.
Dalam kegiatan terbaru, petugas turun langsung menemui para pedagang yang beraktivitas di sepanjang kawasan tersebut.
Mereka diajak berdialog agar bersedia membongkar secara mandiri pondok atau bangunan yang dinilai tidak layak maupun mengganggu estetika lingkungan.
Proses komunikasi di lapangan sempat berlangsung cukup alot. Namun, pendekatan yang dilakukan secara humanis membuahkan hasil. Sejumlah pedagang akhirnya sepakat untuk merobohkan sendiri lapak mereka yang melanggar ketentuan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menjelaskan bahwa penataan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan Pantai Pasir Putih hingga Pantai Pasar Bengkulu.
Fokus utama penertiban adalah bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan fasilitas umum, seperti pemecah ombak (breakwater) dan jalur jogging.
BACA JUGA:Bengkulu Pimpin Capaian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Perlindungan Pekerja Terus Diperluas
BACA JUGA: Dorong Ketahanan Pangan Daerah, BPBD Kota Bengkulu Buka Lahan Jagung
Ia menegaskan, langkah ini bukan semata penertiban, melainkan upaya memperindah wajah kawasan wisata unggulan tersebut.
Pemerintah, lanjut Nina, juga memahami kondisi para pedagang, namun penataan tetap perlu dilakukan demi kepentingan bersama.
Menurutnya, kawasan yang tertata rapi dan bersih akan meningkatkan daya tarik wisata. Jika kunjungan wisatawan meningkat, maka para pelaku usaha di sekitar pantai juga akan merasakan dampak ekonomi yang lebih baik.
Selain pembenahan fisik, perhatian juga diberikan pada aspek pelayanan, khususnya terkait harga kuliner. Pemerintah Kota telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) guna menghindari praktik harga tidak wajar yang kerap dikeluhkan wisatawan.
Meski demikian, masih ditemukan pedagang yang belum mematuhi ketentuan tersebut. Dinas Pariwisata pun mengingatkan agar seluruh pelaku usaha dapat mengikuti aturan demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan pengunjung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
