Retret Merah Putih SMAN 1 Kota Bengkulu, Asah Otak Kanan dan Hafal 40 Hadits
Sebanyak 42 siswa-siswi terpilih SMAN 1 Bengkulu mengikuti Pelatihan Spiritual Mitigasi Langit yang menjadi bagian dari rangkaian Retret Merah Putih. -IST-
BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Sebanyak 42 siswa-siswi terpilih SMAN 1 Bengkulu mengikuti Pelatihan Spiritual Mitigasi Langit yang menjadi bagian dari rangkaian Retret Merah Putih. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini bertujuan untuk membentuk karakter sekaligus memberikan motivasi belajar kreatif bagi para pelajar.
Program ini merupakan kelanjutan dari gagasan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang sebelumnya sukses dilaksanakan bagi ASN. Untuk tingkat SLTA, kegiatan ini telah memasuki angkatan ke-6 dengan total alumni mencapai 334 peserta dari berbagai sekolah di Provinsi Bengkulu.
Acara dibuka oleh Kabid SMA Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, M. Syukur, S.Ag., M.Si. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMAN 1 Bengkulu, Syahroni, M.Pd., beserta sejumlah kepala sekolah undangan dari SMAN 3, SMAN 6, SMAN 9, dan SMAN 12 Bengkulu.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter dan ketahanan spiritual siswa di tengah tantangan zaman,” tegas Syahroni dalam sambutannya.
Suasana Aula SMAN 1 Bengkulu menjadi sangat dinamis saat pemateri utama, Ustadz Saeed Kamyabi beserta tim dari Jakarta, memulai sesi. Dengan pendekatan partisipatif dan penuh humor, dialog aktif terjalin erat antara pemateri dan peserta.
BACA JUGA:Nekat Beroperasi Lagi, Warem di Bengkulu Selatan Bakal Berhadapan dengan Hukum
BACA JUGA:Persipas Cup 2026 Sukses, Kedurang Siap Jadi Tuan Rumah Bupati Cup
Momen menarik terjadi saat sesi apresiasi, di mana tiga siswa mendapatkan hadiah Al-Quran dari Rayyah Travel, bahkan salah satu siswi beruntung mendapatkan hadiah uang muka umroh. "Jangan lihat jumlahnya, tapi lihat niatnya," ujar Ustadz Saeed yang disambut gelak tawa rileks para peserta.
Selain penguatan motivasi, Ummu Atiqah membekali peserta dengan amalan praktis, seperti Doa Abu Darda’ untuk diamalkan pagi dan sore, serta anjuran rutin membaca Surat Yasin dan sedekah harian sebagai bentuk "mitigasi langit".
Puncak kegiatan ditandai dengan sesi Aktivasi Otak Kanan. Menggunakan metode MQG, para siswa ditantang mengasah kreativitas dan kecepatan berpikir untuk menghafal 40 hadits pilihan. Hasilnya luar biasa, para siswa mampu menunjukkan kemampuan menghafal dengan kecepatan tinggi, membuktikan efektivitas metode belajar yang diberikan.
Syahroni berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan dengan meneruskan ilmu dan semangat positif yang didapat kepada rekan-rekan mereka di sekolah masing-masing.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



