Perdana! Pemkot Bengkulu Gelar Gerakan Asmara Subuh Mengaji di Pantai Panjang
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi meluncurkan kegiatan religius inovatif bertajuk “Asmara Subuh” di kawasan Pantai Panjang, Jumat (27/2).-MEDI-
BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi meluncurkan kegiatan religius inovatif bertajuk “Asmara Subuh” di kawasan Pantai Panjang, Jumat (27/2). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kota Bengkulu ini berlangsung khidmat dengan kehadiran ribuan peserta mulai dari pelajar, guru, hingga masyarakat umum.
Program ini menjadi langkah berani pemerintah daerah untuk merebut ruang publik dengan aktivitas positif, sekaligus membudayakan kebiasaan membaca Al-Qur’an usai salat subuh bagi generasi muda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengubah pola aktivitas pagi masyarakat agar lebih produktif dan bernilai ibadah.
“Asmara Subuh bukan sekadar seremoni, tapi gerakan bersama agar waktu pagi diisi dengan manfaat. Kami ingin pelajar memiliki ruang positif untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an,” jelas Nina.
Pantai Panjang yang biasanya menjadi titik kumpul pagi hari, kini bergema dengan lantunan ayat suci. Peserta tampak duduk berkelompok dengan latar belakang panorama laut yang tenang.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyebut momen ini sebagai sejarah baru. Menurutnya, selama ini istilah “Asmara Subuh” sering kali identik dengan aktivitas hura-hura atau negatif di kalangan remaja. Kini, Pemkot Bengkulu membalikkan stigma tersebut menjadi gerakan mengaji massal.
BACA JUGA:Mutasi Jilid III Bengkulu Selatan, 145 Pejabat Eselon III dan IV Resmi Dilantik
BACA JUGA:Pembersihan Siring Makam Tanggo Raso Terkendala Pasir Tebal, Kades Berharap Bantuan Alat Berat
“Sejak kota ini berdiri, baru kali ini 'Asmara Subuh' diisi dengan membaca Al-Qur’an di sepanjang Pantai Panjang. Ini adalah simbol bahwa generasi muda kita memilih jalan kebaikan,” tegas Dedy dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Wali Kota berpesan kepada para guru dan orang tua agar tetap merangkul anak muda yang mungkin masih terjerumus dalam aktivitas negatif. Ia menekankan pentingnya bimbingan spiritual sebagai solusi jangka panjang.
“Anak-anak kita jangan dijauhi, tetapi dirangkul. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, dan kegiatan di ruang publik seperti ini menjadi sarana pembinaan yang efektif,” tambahnya.
Pemkot Bengkulu menargetkan "Asmara Subuh Mengaji" ini menjadi agenda rutin. Selain memperkuat nilai spiritual, gerakan ini diharapkan menjadi identitas baru Kota Bengkulu sebagai kota yang religius dan penuh keberkahan.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


