Dahlan Siap Dicoret dari Konvensi

Dahlan Siap Dicoret dari Konvensi

JAKARTA, BE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mempersilakan tim konvensi untuk mencoret namanya. Hal itu dilakukan menanggapi adanya laporan Jaringan Advokat Publik (JAP) yang menyebutkan Dahlan telah melakukan korupsi. Pernyataan Dahlan mengenai kesiapannya dicoret sebagai peserta konvensi tertuang dalam sebuah petisi yang disampaikan oleh ketua tim suksesnya di konvensi, Amal Al Ghazali. Surat tersebut disampaikan kepada komite konvensi, dan ditembuskan ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. \"Kalau memang kasus korupsi itu dipercaya, Dahlan siap dicoret dari kepersertaannya di konvensi,\" kata Amal saat ditemui seusai menyerahkan petisi Dahlan, di Sekretariat Konvensi Demokrat, Jakarta Selatan, Rabu (8/1) sore. Dalam petisinya, Dahlan menuliskan bahwa pernyataannya dilontarkan untuk menjawab tuduhan JAP. \"Dengan ini saya menyatakan agar panitia tidak ragu-ragu dan langsung mencoret nama saya dari daftar peserta konvensi manakala panitia berkeyakinan bahwa pengaduan tersebut benar adanya,\" tulis Dahlan. \"Saya memang tidak mengklarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut karena saya tidak mau direpotkan oleh fitnah-fitnah seperti itu. Saya berprinsip bahwa saya harus lebih banyak bekerja dari pada menanggapi fitnah,\" kata Dahlan melanjutkan. Sementara itu Komite Konvensi Partai Demokrat (PD) akan melakukan verifikasi terhadap laporan dari Jaringan Advokat Publik (JAP) mengenai dugaan korupsi dan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan Dahlan Iskan saat masih menjadi Direktur Utama PT PLN. Dahlan merupakan salah satu peserta konvensi penjaringan calon presiden PD. \"Perlu ada verifikasi terhadap laporan,\" kata Sekretaris Komite Konvensi PD, Suaidi Marasabessy saat dihubungi JPNN, Rabu (8/1). Ia menyatakan, panitia konvensi tidak bisa mencoret Dahlan begitu saja sebagai salah satu peserta konvensi. Alasan Suaidi, harus ada bukti terlebih dahulu soal dugaan korupsi yang dilakukan menteri Badan Usaha Milik Negara itu. \"Tentu tidak bisa (langsung dicoret), kalau Komite Konvensi merasa itu harus dibuktikan, harus ada fakta hukum,\" kata Suaidi. Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan ada yang gerah di balik mencuatnya nama Dahlan Iskan sebagai peserta Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat (PD). Makanya, tidak mengherankan bila pria yang kini menjabat sebagai menteri BUMN itu dijadikan target di antara para peserta konvensi lainnya. \"Memang kelihatan ada yang gerah, karena nama Dahlan Iskan terus mencuat,\" kata Ray Rangkuti kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/1). Pernyataan Ray ini disampaikan berhubungan dengan laporan Jaringan Advokat Publik (JAP) yang mengadukan Dahlan Iskan ke panitia Konvensi Demokrat. Juru Bicara JAP, Rahmat Sorialam Harahap mengatakan laporannya diterima anggota Komite Konvensi Demokrat, Vera Vebyanthy. Dahlan yang sempat menjadi Dirut PLN periode 2009-2010 dituding melakukan kerugian negara sebesar Rp 37,6 triliun. Oleh karena itu, JAP meminta Komite Konvensi Capres Demokrat menganulir nama Dahlan. Sebagai tindak lanjut dari laporan itu, Dahlan Iskan kemudian menyurati panitia konvensi. Ia meminta namanya dicoret jika panitia konvensi meyakini laporan JAP. Dahlan dalam suratnya mengatakan dirinya lebih baik bekerja untuk kepentingan rakyat ketimbang harus membuang energi meladeni laporan JAP yang dianggap fitnah. Menurut Ray, langkah yang dilakukan Dahlan sudah tepat. Kata dia, lebih baik masalah ini diserahkan ke panitia konvensi. Apalagi, Dahlan sudah terikat dengan aturan konvensi yang tidak mengharuskan mengundurkan diri. \"Tidak boleh mengundurkan diri. Biar panitia konvensi yang memutuskan. Toh Dahlan bukan orang yang ngotot, tapi karena niatnya melakukan perbaikan makanya ikut konvensi,\" katanya.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: