DLHK: Limbah PLTU Tak Cemari Lingkungan

DLHK: Limbah PLTU Tak Cemari Lingkungan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress - Kematian beberapa ekor penyu dan ikan di dekat pembuangan limbah pembangunan PLTU 2x100 MW Bengkulu diklarifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu. Dinas LHK menyebut pembuangan limbah PLTU di laut itu tidak mencemari lingkungan.

Kepala Bidang II Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Zainubi SH mengatakan, pihaknya telah mengambil dan menguji sampel limbah PLTU yang dibuang ke laut. Hasilnya, limbah tersebut tidak mencemari lingkungan.

\"Sudah kita uji di Lab Dinas LHK dan kami datang ke lokasi PLTU,\" terang Zainubi dalam konfrensi pers di kantor Dinas LHK Provinsi Bengkulu, kemarin (21/11).

Dikatakannya, sebelum mengujian, sampel yang diambil ada 11 titik di sekitar pembangunan PLTU, termasuk air limbah yang dibuang ke laut. Untuk PH air limbah hasil lab diangka 8,27 persen. Secara aturan PH air yang bagus itu diangka 6-9 persen. Kemudian total dissolve solid (TDS) untuk pengantar listrik 7,4 persen, artinya masih memenuhi standar.

Lalu untuk salinitas 6,3 persen, temperatur air 33 derajat celcius, bau kaporit dan warna masih jernih. \"Masih memenuhi standar semua dan sampel yang kita ambil sebelum dan sesudah itu tidak ada hujan sama sekali,\" tambahnya.

Untuk penyu dan ikan mati, menurut Zainubi, dirinya saat datang ke lokasi tidak menemukan sama sekali biota laut yang mati. Hanya saja pihaknya tidak bisa mengambil kesimpulan, mengingat penyu yang mati itu masih dilakukan uji lab oleh BKSDA Provinsi Bengkulu. \"Kapan difoto penyu itu saya tidak tahu, titik penyu ditemukan juga tidak tahu dimana. Siapa yang moto saya tidak tahu, kapan terjadi saya tidak tahu. Setelah kita cek, tidak ada yang mati,\" ungkap Zainubi.

Zainubi menegaskan, ketika hasil lab dari BKSDA telah keluar dan hasilnya limbah PLTU yang membuat penyu dan ikan mati, maka Dinas LHKP Provinsi akan melakukan tindakan. Seperti teguran, baik tertulis maupun tidak tertulis. \"Ketika terbukti, akan diberikan teguran. Bisa tertulis atau tidak. Kalau tutup tidak semudah itu,\" terangnya.

Saat ini, lanjut Zainubi, PLTU belum beroperasi, sebab masih masa kontruksi pekerjaan. Hanya saja telah dilakukan sinkronisasi alat atau uji coba operasi. \"Kami nilai sistem pengolahan limbah itu pakai alat modern semua. Begitupun uap udara juga sudah dipakai alat kontrol monitoring. Setiap 18 jam perhari dimonitor. Hasilnya diserahkan ke Dinas ESDM, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk dilaporkan,\" ungkapnya.

Sementara itu, HSE Engineer PLTU Bengkulu, Zulhemli yang hadir dalam konfrensi pers itu mengatakan, informasi ikan dan penyu mati itu sudah terjadi beberapa kali. Bahkan tidak hanya itu, sebelumnya juga ada lumba-lumba mati. \"Setelah kita cek info itu, ternyata tidak ada yang mati. Bahkan infonya juga ada di Pantai Panjang ditemukan mati. Setelah dicek, mati karena sampah plastik,\" ujar Zulhemli. \"Saat uji coba, ikan juga tidak ada yang mati. Kita belum beroperasi sepenuhnya,\" pungkasnya. (151)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: