Banner HONDA
BPBD

Disdikbud Kota Bengkulu Prioritaskan Program Sekolah Inklusi Tahun 2026

Disdikbud Kota Bengkulu Prioritaskan Program Sekolah Inklusi Tahun 2026

Disdikbud Kota Bengkulu prioritaskan program sekolah inklusi 2026 dengan pelatihan guru dan penguatan fasilitas.-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menetapkan program sekolah inklusi sebagai salah satu prioritas utama pada tahun 2026. Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang melarang satuan pendidikan menolak siswa berkebutuhan khusus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyampaikan bahwa program inklusi tidak hanya berfokus pada penerimaan siswa, tetapi juga menitikberatkan pada kesiapan sekolah secara menyeluruh. Baik dari sisi tenaga pendidik maupun sarana dan prasarana pendukung, semuanya harus dipersiapkan dengan matang.

“Sekolah tidak boleh lagi menolak siswa berkebutuhan khusus. Namun di sisi lain, kita juga harus memastikan kesiapan guru dan fasilitas pendukung agar proses belajar mengajar berjalan optimal,” ujar Ilham.

Sebagai langkah awal, Disdikbud akan menggelar pelatihan khusus bagi para guru. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menangani siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum. 

Dengan demikian, para guru diharapkan mampu memberikan pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

BACA JUGA:Seleksi Jabatan Eselon II Pemkot Bengkulu Masuki Tahap Akhir, Tiga Besar Diumumkan 9 April

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Terapkan WFH Hemat Energi, Pejabat Eselon Tetap Wajib Ngantor

Selain pelatihan guru, Disdikbud juga akan melakukan pendampingan khusus bagi siswa berkebutuhan khusus. Pendampingan ini dinilai penting guna memastikan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan merasa nyaman di lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang intens dengan orang tua siswa. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat mendukung perkembangan anak secara maksimal, baik dari sisi akademik maupun sosial.

Ilham menambahkan, kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap edaran Kementerian Pendidikan yang menegaskan bahwa seluruh sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, wajib menerima peserta didik berkebutuhan khusus. Namun, ia juga mengakui bahwa pendidikan inklusi membutuhkan kesiapan yang tidak sederhana.

“Pendidikan inklusi ini memang harus disiapkan dengan baik, baik dari sisi sarana maupun kesiapan tenaga pendidik. Karena itu, tahun 2026 kita fokus pada penguatan kapasitas guru melalui pelatihan khusus,” jelasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan begitu, seluruh anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: