Program Jalan Mulus Digencarkan, Helmi Hasan Pastikan Tak Ada Kabupaten yang Ditinggalkan
Helmi Hasan-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Melalui program jalan mulus, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menyentuh seluruh kabupaten dan kota.
Untuk merealisasikan program tersebut, Gubernur Helmi Hasan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu selaku OPD teknis menyusun titik-titik prioritas pembangunan secara proporsional di setiap daerah.
Helmi menegaskan, penentuan lokasi pembangunan harus berdasarkan kajian dan kebutuhan teknis yang menjadi kewenangan Dinas PUPR. Sementara kebijakan penganggaran berada di tangan gubernur.
“Soal titik, locus yang paling pas itu PU yang menentukan karena Gubernur tidak bisa menentukan. Namun, anggarannya menjadi kewenangan Gubernur. Saya ingatkan, PU harus ada representasi setiap kabupaten maupun kota. Soal berapa porsinya, tentu PU yang sangat memahami,” kata Helmi Hasan, baru-baru ini.
BACA JUGA:4.322 Data Transaksi Judol Terdeteksi di Bengkulu, Dinsos Ingatkan Dampaknya bagi Ekonomi Keluarga
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Terbitkan Ulang Dokumen Warga Korban Kebakaran Pengantungan
Menurut Helmi, pembagian anggaran harus dilakukan secara adil dan berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah. Ia tidak ingin muncul anggapan bahwa ada kabupaten atau kota yang dianaktirikan dalam pembangunan infrastruktur.
“Sehingga ada kabupaten yang besar mendapatkan anggaran ratusan miliar, sementara yang lain di bawah itu. Misalnya Bengkulu Selatan seakan-akan gelap. Ada jalannya, ada juga. Nanti PU paparkan itu. Bahwasannya tidak ada satu pun kabupaten yang ditinggalkan,” tegasnya.
Helmi juga memastikan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu akan tetap menjadi bagian dari program jalan mulus, baik pada tahun pertama maupun tahun kedua masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Mian.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap pekerjaan harus melalui tahapan teknis dan administrasi, mulai dari perencanaan, proses lelang hingga pelaksanaan di lapangan.
“Tahun pertama juga kita belum bisa running di awal. Kita pengennya di awal, tetapi tidak bisa karena ada teknis yang harus dilalui sebelum melaksanakan, baik itu dari segi lelang hingga pelaksanaan. Kita harus hati-hati itu. Untuk apa kita buru-buru kalau setelah itu masalahnya tidak selesai-selesai,” pungkas Helmi.
Dengan proses perencanaan yang matang, Pemprov Bengkulu menargetkan program pembangunan jalan dapat berjalan tepat sasaran sekaligus memastikan pemerataan infrastruktur di seluruh kabupaten dan kota.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

