HONDA BANNER

Sensus Ekonomi 2026 Sasar UMKM dan Perusahaan Besar di Bengkulu

Sensus Ekonomi 2026 Sasar UMKM dan Perusahaan Besar di Bengkulu

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal-IST-

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu tengah mematangkan persiapan besar untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan menyeluruh ini dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Mei hingga Juli 2026, menyasar seluruh sektor usaha mulai dari perusahaan skala besar hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan perpanjangan waktu pendataan lapangan guna memastikan cakupan data yang lebih berkualitas.

"Awalnya rencana pendataan dilakukan Juni-Juli, namun kami putuskan mulai pertengahan Mei petugas sudah turun ke lapangan secara door-to-door. Tahapan dimulai dengan menyasar perusahaan besar di awal Mei, kemudian dilanjutkan ke pelaku UMKM hingga Juli nanti," terang Rizal, Kamis (5/2/2026).

Target Persiapan Rampung April Saat ini, BPS sedang fokus pada persiapan teknis dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM). Tahapan pelatihan instruktur tengah berjalan dan akan segera diikuti oleh pelatihan bagi para petugas pencacah lapangan.

BACA JUGA:Gerak Cepat Warga dan Damkar Selamatkan Rumah Andi Calea dari Amukan Jago Merah

BACA JUGA:Skandal 'Pagar Makan Tanaman' di Seginim, Suami Merantau, Istri Kepergok Bareng Teman Dekat

"Kami menargetkan seluruh persiapan selesai pada April 2026. Dengan begitu, pertengahan Mei petugas sudah benar-benar siap diterjunkan ke lapangan," tambahnya.

Data Dijamin Rahasia, Bukan untuk Pajak Menanggapi kekhawatiran pelaku usaha, Rizal menegaskan bahwa data yang diberikan responden dilindungi oleh undang-undang. Ia menjamin bahwa kerahasiaan data individu atau perusahaan tidak akan bocor ke pihak mana pun, termasuk untuk kepentingan instansi perpajakan.

"Data ini murni untuk kepentingan statistik guna memotret kondisi ekonomi daerah. Yang kami publikasikan nantinya adalah data agregat atau data keseluruhan, bukan data per individu. Jadi, kami mohon responden memberikan jawaban yang jujur," tandas Rizal.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: