Kabupaten Lebong dulunya dikenal sebagai Batavia II merupakan wilayah bercokolnya para penjajah Belanda. Tak mengherankan jika hingga saat ini beberapa bangunan peninggalan sejarah masih berdiri tegak di tanah Kutai Belek Tebo ini. Salah satunya makan kuno, namun sayangnya makam kuni ini kini kondisinya memprihatinkan dan terlupakan. Berikut Laporannya : Dwi Nopiyanto, Lebong Temuan ribuan makam kuno yang menjadi saksi sejarah berkuasanya penjajahan Belanda di Lebong ratusan tahun silam masih tertata dengan baik di kawasan objek wisata Bioa Putiak Kecamatan Pinang Belapis. Sayangnya, ribuan makam kuno yang sempat menghebohkan ini seakan terlupakan. Ironisnya lagi, sampel kuburan kuno yang diteliti oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi serta Balai Sejarah Palembang dari benda bersejarah itu saat ini tak berkabar lagi. \"Setelah beberapa tahun lalu ditemukan makam kuno ini, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi dan Balai Sejarah Palembang pernah mengambil sample kuburan ini untuk diteliti, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,\" kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Perhubungan Kabupaten Lebong Drs Hosen Basri. Tidak hanya patok nisan yang bertuliskan angka saja bisa dijumpai di lokasi ribuan makam kuno ini. Beberapa nisan yang bertuliskan ejaan lama dan tulisan berbahasa Jepang juga dapat dijumpai. Keberadaan nisan ini, dari informasi yang dihimpun, pada tahun sekitar tahun 1980-an kuburan ini banyakdigali oleh warga untuk mencari emas. Konon konon kabarnya emas ikut dikuburkan dengan jasad yang meninggal di makan kuno itu. Itu sebabnya makan kuno banyak yang rusak dan berlubang. Di lokasi ini juga ditemukan nisan berbentuk salib dan bertuliskan angka arab yakni 1332 (dalam angka arab, red), ini merupakan tahun Hijriyah, namun jika dikembalikan ke tahun Masehi tahun 1332 Hijriyah itu adalah tahun 1911 Masehi. \'\'Jadi kemungkinan makam ini sudah ada pada ratusan tahun lalu di Lebong,\" kata A\'in warga Desa Tambang Sawah Kecamatan Pinang Belapis yang membantu BE menemukan makan kuno tersebut. Demi kelestarian makam kuno tersebut, Pemerintah tampaknya harus segera melakukan pengamanan disekitar lokasi bersejarah ini. Termasuk juga menginventarisir lokasi penemuan benda peninggalan sejarah tersebut. Sebab, lokasi ribuan makam kuno, yang lokasinya tak jauh dari TPU Desa Bioa Putiak ini nantinya kemungkinan bisa dirusak oknum tidak bertanggung jawab.(**)
Makam Bersejarah Terlupakan
Senin 14-03-2016,13:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 14-06-2026,18:07 WIB
Kasus HIV di Kota Bengkulu Capai 1.235 Orang, Dinkes Gencarkan Skrining dan Jamin Kerahasiaan Pasien
Minggu 14-06-2026,18:12 WIB
Verifikasi Sekolah Rakyat 2026 Dimatangkan, Dinsos Bengkulu Pastikan Program Tepat Sasaran
Minggu 14-06-2026,18:24 WIB
Dishub Bengkulu Siapkan 105 Titik Parkir untuk Dukung Kelancaran Festival Tabut 2026
Minggu 14-06-2026,18:19 WIB
Pemkot Bengkulu Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Warga Diminta Laporkan Dugaan Pungli dan Titipan Siswa
Minggu 14-06-2026,21:48 WIB
Musda II KAHMI Mukomuko Jadi Ajang Konsolidasi Gagasan dan Penguatan Organisasi
Terkini
Minggu 14-06-2026,23:10 WIB
Keseruan Vario Street Nation Bengkulu: Kopdar, Sharing, Rolling City Hingga Kontes Modif Honda Vario
Minggu 14-06-2026,23:00 WIB
Vario Modif Bertema Rafflesia dan Kaligrafi Curi Perhatian di Vario Street Nation Bengkulu
Minggu 14-06-2026,22:55 WIB
Astra Motor Bengkulu Perkuat Solidaritas Pengguna Honda Vario Lewat Sharing Komunitas di Vario Street Nation
Minggu 14-06-2026,22:45 WIB
Rolling City Meriahkan Vario Street Nation Bengkulu, Para Pengguna Honda Vario Kampanyekan Safety Riding
Minggu 14-06-2026,22:30 WIB