JAKARTA, BE - DPR RI bersama pemerintah diharapkan dapat memperketat persyaratan calon kepala daerah. Salah satunya mencoret kandidat yang memiliki rekening gendut atau memiliki aliran dana tidak wajar. \"Calon kepala daerah mestinya diberlakukan sama dengan pencalonan pejabat negara. Kalau memiliki rekening gendut sebaiknya jangan dicalonkan,\" kata Aktivis Respublica, Firnandes Maurisya, SH, Kamis (5/2). Meskipun DPR maupun pemerintah nantinya tidak sanggup memperketat persyaratan calon, Firnandes berharap Parpol yang dapat melakukannya. Parpol dapat meminta pendapat PPATK atau KPK sebelum mengusung calon kepala daerah. \"Untuk memastikan apakah mendapat rapor merah atau tidak. Kalau mendapat rapor merah, jangan sekali-kali dicalonkan. Jangan sampai setelah terpilih lalu bermasalah secara hukum. Timbul masalah baru,\" ungkap Firnandes. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf sebelumnya mengatakan berdasarkan hasil analisis terdapat 45 transaksi keuangan mencurigakan yang melibatkan kepala daerah, wakil kepala daerah maupun kerabatnya. Adapun rincian transaksi keuangan yang mencurigakan itu terdiri dari bupati sebanyak 26 orang dengan total Rp 1 triliun, gubernur 12 orang Rp 100 miliar, istri gubernur 1 orang Rp 15 miliar, wakil bupati 2 orang Rp 1 miliar, wakil gubernur Rp 300 juta, walikota 2 orang Rp 1 miliar dan anak bupati Rp 3 miliar. \"Dengan total transaksi keuangan Rp 1,120 triliun. Setelah diperiksa, hasil transaksi keuangan yang mencurigakan itu, diketahui 2 kepala daerah melakukan transaksi Rp 200 miliar, 6 bupati Rp 500 miliar dan 1 BUMD (terkait bupati, red) senilai Rp 300 juta. Totalnya, Rp 1 triliun,\" papar M Yusuf saat konferensi pers di kantornya belum lama ini. Namun Komisi II DPR RI, tidak membuat aturan mencoret balon kepala daerah yang memiliki rekening gendut. Panja Komisi II hanya akan merevisi sejumlah persyaratan saja. Persyaratan untuk menjadi Kepala Daerah. Panja Komisi II menyepakati agar batas minimal umur dari seorang gubernur adalah 35 tahun, dan untuk bupati adalah 30 tahun. Padahal sebelumnya, Perppu Pilkada membuat batasan umur untuk calon Gubernur adalah 30 tahun, dan Bupati berumur 25 tahun. Selain itu, syarat minimal jenjang pendidikan dari calon kepala daerah tersebut. Sebelumnya, lulusan SLTA atau sederajat dapat mencalonkan diri menjadi gubernur ataupun bupati/walikota. Namun poin tersebut diubah menjadi hanya lulusan sarjana yang boleh mencalonkan diri sebagai Gubernur. Sedangkan untuk bupati, para calon minimal harus bergelar diploma tiga (D3). \"Itu menjadi pembahasan kami,\" kata Ketua Komisi II DPR RI, Rambe Kamarulzaman. (rik/RP)
Coret Balon Kada Rekening Gendut
Jumat 06-02-2015,09:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB