BENGKULU, BE - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu menyatakan akan mengkaji ulang tarif tarif angkutan kota (Angkot). Kajian ini menyusul diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium atau RON 88 oleh pemerintah pusat. \"Kalau pemerintah sudah secara resmi menurunkan harga BBM, kami akan menggelar pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait untuk mengkaji apakah tarif Angkot akan diturunkan kembali atau tetap seperti skema tarif yang sudah pernah kita berlakukan. Penyesuaian tarif akan dilakukan bilamana jumlah penurunan itu signifikan,\" kata Kepala Bidang Darat Dishubkominfo Kota Bengkulu Supin AR Marzuki, Kamis (15/1). Pun demikian, Supin melanjutkan, tarif Angkot tidak serta merta dihitung berdasarkan harga BBM. Terdapat indikator lainnya seperti biaya hidup para pengemudi Angkot serta harga-harga suku cadang kendaraan yang tinggi akan dimasukkan dalam komponen perhitungan tarif. \"Memang BBM menjadi faktor utama. Tapi faktor-faktor lain tidak kita abaikan dan masuk dalam perhitungan. Hal-hal seperti ini harus dibicarakan dengan banyak pihak. Agar tidak menimbulkan gejolak di kemudian hari,\" ungkapnya. Berdasarkan perhitungan sejumlah variable yang ada, lanjutnya, pihaknya cukup mengalami dilema untuk menetapkan tarif Angkot yang baru sesuai dengan penurunan harga BBM ini. Namun karena Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta pelaku usaha, termasuk yang bergerak dalam bidang transportasi, menyesuaikan tarif atau harga jual dengan harga bahan bakar minyak yang baru, pihaknya akan menindaklanjuti permintaan tersebut. \"Kalau kenaikan Rp 2.000 kemarin kalkulasinya sederhana. Dengan perhitungan-perhitungan matematis, kenaikan tarif rata-rata Rp 1.000 dinilai masuk akal sehingga mudah untuk diputuskan. Sementara BBM turunnya sekarang hanya Rp 900. Tapi kalau BBM turunnya tunggi bisa jadi akan ada penyesuian tarif seperti sedia kala,\" tuturnya. Sebelumnya, Ketua Organda Kota Bengkulu, Maharyadi Johar, mengatakan, pihaknya bersedia untuk merivisi tarif Angkot yang baru bilamana ada kenaikan harga BBM secara signifikan, atau turun secara signifikan. \"Kita tetap akan bertahan dengan skema umum Rp 4.000, mahasiswa Rp 3.000 dan pelajar Rp 2.000. Kami tidak akan merubah hal ini. Tapi kalau BBM turunnya drastis, misal sampai seperti sebelum kenaikan, bisa saja tarifnya kami sesuaikan,\" ujarnya. (009)
Tarif Angkot Dikaji Ulang
Jumat 16-01-2015,15:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 05-10-2026,10:17 WIB
Marsal Abadi Pimpin PWI Bengkulu, Sukatno Jadi Ketua Dewan Kehormatan, Ini Pesan Helmi Hasan
Senin 05-10-2026,11:13 WIB
Angelina Jolie Ungkap Kehancuran Gaza dari Citra Satelit, John Herdman Serukan Bantuan Palestina
Senin 05-10-2026,11:41 WIB
6 Weton Diprediksi Paling Beruntung Oktober 2026, Minggu Legi hingga Jumat Wage Kebanjiran Rezeki
Senin 05-10-2026,10:13 WIB
Marsal Abadi dan Pengurus PWI Prov Bengkulu Periode 2026-2031 Dilantik
Terkini
Senin 05-10-2026,11:49 WIB
Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Palue NTT
Senin 05-10-2026,11:41 WIB
6 Weton Diprediksi Paling Beruntung Oktober 2026, Minggu Legi hingga Jumat Wage Kebanjiran Rezeki
Senin 05-10-2026,11:33 WIB
HUT ke-81 TNI, Bengkulu Teguhkan Sinergi Jaga Kedaulatan dan Stabilitas Daerah
Senin 05-10-2026,11:13 WIB