MANNA, BE – Diam-diam oknum dari anggota kelompok tani di Desa Jeranglah Rendah, Manna Bengkulu Selatan (BS) mau menjual sapi bantuan yang baru tiba 3 minggu lalu. Informasi yang berkembang di masyarakat, salah satu anggota kelompok tani Desa Jeranglah Rendah melalui perantara berinisial Mn menawarkan sapi tersebut kepada orang lain. Sebelum sapi itu dijual, Mn membawa sapi tersebut ke Desa Lubuk Sirih, Manna. Lalu sapi itu pun dijualkan ke warga Kelurahan Kayu Kunyit, Manna. Bahkan salah satu pejabat BS, Yakni Camat Kecamatan Bunga Mas, Samsudin MKes pernah ditawari untuk membeli sapi bantuan kelompok tani tersebut. Saat BE mencoba konfirmasi dengan Camat Bunga Mas, dirinya tidak menampik adanya orang yang mau menjualkan sapi bantuan kelompok tani Desa Jeranglah Rendah kepada dirinya. Bahkan sapi itu sudah diinapkan selama dua malam di belakang rumahnya. Hanya saja karena itu sapi bantuan, akhirnya sapi tersebut dikembalikannya kepada perantara tersebut. “Memang ada yang mau menjualkan sapi bantuan kepada saya satu ekor jenis betina, perantara itu mau menjualkannya antara Rp 7 juta-6 juta untuk satu ekor sapi betina tersebut,” ucap Samsudin. Hanya saja dirinya tidak jadi membelinya, sebab khawatir takut bermasalah, sebab sapi bantuan tidak boleh dijual. Dikatakan Samsudin menurut perantara itu, sapi bantuan itu milik kelompok tani Desa Jeranglah Rendah. “Saya tidak tahu apakah itu milik kelompok tani yang bermasalah itu (Serantap Jaya red) atau bukan, namun kata perantara itu milik kelompok tani di Desa Jeranglah Rendah,” terang Samsudin. Sementara itu saat BE mencoba konfirmasi Ketua Kelompok Tani Serantap Jaya, Minudi, nomor handponenya sedang tidak aktif. Sehingga belum didapat konfirmasi apakah benar sapi bantuan yang hendak djjual itu masuk dalam kelompok dirinya atau bukan. Hari Ini Polres Panggil Pengurus Koptan Sementara itu, Kapolres BS, AKBP Abdul Muis SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Mars Suryo Kartika kepada BE menyatakan hari ini pihaknya berencana memanggil pengurus kelompok tani Serantap Jaya untuk dimintai keterangan terkait permasalahan 24 ekor bantuan sapi. “Kami berencana untuk memanggil kelompok tani (koptan) itu Senin, namun karena ada pemeriksaan dari Irwasda Bengkulu, kami rencanakan pemanggilannya Selasa (4/11),” kata Mars Suryo. Dikatakan Mars Suryo, pemanggilan itu untuk memastikan pemeliharaan bantuan sapi itu ada yang dikarantina atau sebagian diserahkan kepada anggota kelompok. Selain itu juga apakah untuk mengajukan proposal bantuan, setiap anggota wajib di minta mengumpulkan uang Rp 1 juta perorang. Begitu juga isu adanya jatah orang dinas sebanyak 9 ekor dan jatah oknum di Dinas Pertanian BS sebanyak dua ekor yang bisa dibeli oleh anggota seharga Rp 3 juta per ekor. “Nanti semua itu akan kami tanyakan pada pengurus, sehingga jelas apakah menyalahi aturan atau tidak,” terang Mars Suryo. (369)
Sapi Bantuan Pernah Ditawarkan ke Camat
Selasa 04-11-2014,11:33 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,17:08 WIB
Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu, Kasus Korupsi Jadi Perhatian Pertama
Rabu 12-08-2026,17:11 WIB
57 Pramuka Kaur Berangkat ke Jamnas XII, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Rabu 12-08-2026,17:05 WIB
Bando Amin Bantah Perintah Kurangi Tanah GOR Kepahiang, Saksi Sebut Ada Perubahan Hasil Ukur
Kamis 13-08-2026,12:23 WIB
Pemkab Kaur Pinjam Lahan MA, Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat
Kamis 13-08-2026,11:20 WIB
Pemkab Mukomuko Gembleng SDM Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Choirul Huda Tegaskan Hal Ini
Terkini
Kamis 13-08-2026,15:55 WIB
Polresta Bengkulu Ungkap 8 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Diamankan
Kamis 13-08-2026,15:53 WIB
Cuaca Panas dan Angin Kencang, Wali Kota Bengkulu Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Kamis 13-08-2026,15:31 WIB
Jembatan Garuda di Pagar Dewa Resmi Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo
Kamis 13-08-2026,15:28 WIB
Rumah 3 Petani Tanjung Sakti Terancam Dieksekusi, Aksi Bela Petani Bergema di Bengkulu
Kamis 13-08-2026,15:26 WIB