CURUP, BE- Meskipun kawasan Talang benih sudah diatur dalam Perda RTRW sebagai kawasan penyangga pangan. Saat ini kawasan tersebut tak sepenuhnya menjadi areal persawahan. Selain terkenal dengan permasalahan tambang galian C tak berizin terus menjadi persoalan, daerah kelurahan juga dikenal dengan itik talang benihnya ini, lahan persawahannya sudah banyak beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. Perubahan atau alih fungsi tersebut bisa dilihat dimana di kawasan tersebut sudah banyak berdiri bangunan-bangunan rumah milik warga. Bangunan-bangunan tersebut berdiri di tepi jalan utama baik menghubungkan Talang Benih ke Dwi Tunggal, Dusun Sawah, Perbo Curup Utara, termasuk ke Jalan Baru Kecamatan Curup. Menyikapi permasalahan tersebut, Anggota DPRD Rejang Lebong, Wahono, meminta agar pemerintah Kabupaten Rejang Lebong harus memperketat peraturan. \"Kalau memang pemerintah ingin mempertahankan kawasan Talang Benih sebagai kawasan penyangga pangan. Maka pemerintah harus memperketat peraturan yang ada. Karena tidak menutup kemungkinan persawahan tersebut dalam waktu dekat ini akan menjadi area pemukiman,\" jelas politisi Partai Golkar tersebut. Menurut Wahono, jika peraturan tidak diperketat maka masyarakat akan mudah untuk membangun rumah di kawasan tersebut. Terlebih lagi lahan tersebut adalah milik masyarakat sendiri. Selain itu ia juga menjelaskan banyak juga persawahan yang ada di Talang Benih pemiliknya tidak ada atau dari luar kabupaten Rejang Lebong. \"Rumah saya juga berada di kawasan Talang Benih, namun rumah tersebut saya bangun sebelum ada Perda RTRW dan memiliki IMB,\" jelas Wahono. Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, pesatnya alih fungsi lahan terjadi di kawasan Talang Benih sejak dua tahun terakhir atau sejak berlakunya Perda RTRW. Sementara itu, salah seorang warga Talang Benih Saiful (41) mengatakan ia sengaja membangun rumah di dekat lahan sawah miliknya. \"Saya mulai membangun rumah saat orang-orang sudah banyak yang membangun,\" jelas Saiful. Dia mengatakan, mulai banyaknya alih fungsi sawah menjadi pemukiman tersebut terjadi sejak dibangunnya jalan di kawasan tersebut. Terlebih lagi jembatan permanen menghubungkan kecamatan Curup Utara dan Curup sudah dibangun. \"Sekarang fasilitasnya sudah lengkap, mulai dari jalan hingga listrik sehingga banyak orang yang membangun rumah disini meskipun daerah ini adalah area persawahan,\" jelas Saiful.(251)
Sawah Beralih Fungsi
Senin 27-10-2014,13:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-04-2026,16:53 WIB
Sekolah Terdampak Banjir di Bengkulu Didata, SDN 89 Masih Libur Sementara
Selasa 07-04-2026,14:18 WIB
Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Perluas Penyisiran hingga Pulau Tikus
Selasa 07-04-2026,14:30 WIB
Kapolda Bengkulu Tinjau Lokasi Banjir, 100 Personel Dikerahkan Bantu Warga
Selasa 07-04-2026,14:36 WIB
Cuaca Ekstrem Picu Bencana, Gubernur Bengkulu Perintahkan Distribusi Bantuan Tanpa Henti
Selasa 07-04-2026,17:05 WIB
Hari Pertama TKA SMP di Kota Bengkulu Diwarnai Kendala Teknis, Disdik Lakukan Evaluasi Harian
Terkini
Rabu 08-04-2026,12:23 WIB
Drumband TK Negeri Pembina 1 Siap Tampil di Dua Agenda Besar Kota Bengkulu
Rabu 08-04-2026,11:17 WIB
BREAKING NEWS: Tipidkor Polda Bengkulu Geledah Disparpora dan BKD Kepahiang
Rabu 08-04-2026,11:12 WIB
TREND 2026 Kupas Strategi Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
Rabu 08-04-2026,11:07 WIB
Puluhan Mobnas Dipinjamkan ke Instansi Vertikal Tetap Diservis Pakai APBD
Rabu 08-04-2026,09:28 WIB