Sekolah Terdampak Banjir di Bengkulu Didata, SDN 89 Masih Libur Sementara
Sekolah Terdampak Banjir di Bengkulu Didata, SDN 89 Masih Libur Sementara-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Dinas Pendidikan Kota Bengkulu melalui Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah sekolah yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengkulu.
Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Juli Andono, mengungkapkan bahwa salah satu sekolah yang cukup terdampak adalah SD Negeri 89 yang berada di kawasan Perumahan Korpri, Kelurahan Bentiring.
“SD 89 ini memang berada di wilayah yang hampir setiap tahun terdampak luapan Sungai Bengkulu. Saat ini kami sudah menghubungi kepala sekolah setempat, termasuk kepala sekolah lainnya yang terdampak banjir,” ujar Juli Andono.
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan data rinci terkait jumlah siswa terdampak serta kondisi sarana dan prasarana sekolah, termasuk ruang kelas yang terendam.
“Kita sedang mendata berapa jumlah muridnya, ruangan apa saja yang terdampak. Nanti hasilnya akan kita laporkan kepada Wali Kota untuk segera ditindaklanjuti dengan bantuan,” jelasnya.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Geledah RSKJ Soeprapto dan BKAD, Dalami Dugaan 'Jual-Beli' Rekrutmen Non ASN
BACA JUGA:Layanan Darurat Mendesak, Dinkes Mukomuko Usul Tambahan Ambulans untuk RS Pratama Ipuh
Sementara itu, untuk sekolah lain yang sebelumnya terdampak banjir, kondisi saat ini dilaporkan sudah berangsur membaik. Kegiatan belajar mengajar pun telah kembali normal.
“Untuk sekolah-sekolah lain, hari ini banjir sudah menyurut dan aktivitas belajar mengajar sudah dimulai kembali,” tambahnya.
Namun, khusus untuk SD Negeri 89, kegiatan belajar mengajar masih belum dapat dilaksanakan secara tatap muka karena kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.
“Untuk SDN 89, sementara ini siswa masih belajar dari rumah dan diliburkan sampai kondisi benar-benar memungkinkan,” tutup Juli
Pemerintah Kota Bengkulu diharapkan segera menyalurkan bantuan guna mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan serta memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


