Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Perluas Penyisiran hingga Pulau Tikus
Memasuki hari ketiga, tim SAR memperluas pencarian nelayan hilang di Bengkulu hingga Pulau Tikus setelah kapal karam akibat cuaca buruk.-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Memasuki hari ketiga, Selasa 7 April 2026, operasi pencarian nelayan yang hilang akibat kapal karam di kawasan Muaro Jenggalu, perbatasan Pantai Pasir Putih Bengkulu, terus digencarkan.
Tim gabungan memperluas penyisiran hingga ke arah Pulau Tikus, sebagai bagian dari upaya maksimal menemukan korban.
Korban diketahui bernama Syafril (53), atau akrab disapa Ujang Sidik, warga Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
Ia dilaporkan hilang setelah perahu nelayan yang ditumpanginya karam akibat cuaca buruk beberapa hari lalu.
Sejak pagi, tim gabungan telah menyisir berbagai titik, baik di perairan laut maupun daratan pesisir.
BACA JUGA:Penguatan Budaya Daerah dan Perlindungan Bahasa Lokal Dibahas Dalam Raker DPD RI
BACA JUGA:Ribuan KK Terdampak Banjir, BPBD Kota Bengkulu Masih Lakukan Pendataan
Pencarian juga difokuskan pada jalur arus yang berpotensi membawa korban hingga ke wilayah perairan yang lebih jauh.
Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, menjelaskan bahwa pencarian dibagi dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).
“Setiap SRU memiliki peran, baik di laut, darat, maupun pemantauan udara. Semua bekerja secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian,” ujarnya.
Tim SAR mengerahkan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran laut menggunakan perahu LCR dan RBB, hingga pemantauan udara menggunakan drone.
Selain itu, tim darat juga diturunkan untuk menyisir garis pantai yang berpotensi menjadi lokasi korban terdampar.
Operasi ini melibatkan berbagai instansi, seperti Basarnas, Polair, BPBD, Dinas Sosial, hingga pemadam kebakaran.
Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pencarian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


