BENGKULU, BE - Sejak lama, Lapas Kelas IIA Malabero Kota Bengkulu mengalami kelebihan kapasitas (overload) akibat jumlah narapidana dan tahanan yang terus bertambah. Saat ini penghuni lapas telah mencapai 961 orang, terdiri dari 258 tahanan dan 703 narapidana. Padahal kapasitas ideal lapas hanya mampu menampung 250 orang saja. \"Saat ini, kondisi lapas sudah sangat sesak karena jumlah penghuninya kebanyakan, sedangkan kita belum mempunyai tempat baru,\" terang Kepala Lapas, FA Widyo Putranto Bc Ip, kepada BE, kemarin. Widyo menyampaikan, dengan sesaknya kondisi lapas tersebut, anak-anak yang terlibat kasus-kasus ringan, menurutnya tak perlu dipenjara. Widyo menuturkan, penjara merupakan alternatif terkahir, apabila seseorang sudah tidak bisa dibina. \"Kalau bisa anak-anak tidak usah dipenjara, dikembalikan saja ke orangtuanya untuk dibina,\" jelasnya. Bukan tanpa alasan, Widyo menerangkan, dengan mantan narapidana akan selalu melekat seumur hidup pada anak. Misalnya, pada saat anak mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kriminal). \"Selain itu, dampak negatif dari sisi psikologis dan lingkungan selama di lapas juga akan sangat berpengaruh,\" tuturnya. Saat ini, jumlah anal-anak sendiri mencapai 52 orang, dari 25 tahanan dan 27 narapidana. Rata-rata anak tersebut, dikatakan Widyo, terlibat kasus 362 dam 365 tentang pencurian. \"Padahal, biasanya hanya mencuri yang kecil-kecil seperti HP. Masa harus dipenjara,\" kata Widyo. Lapas Bentiring Widyo mengatakan, kelebihan kapasitas dalam rumah tahanan memang terjadi secara nasional. Oleh karena itu Kementerian Hukum dan HAM RI, kata Widyo, telah membangun lapas baru di Bentiring. \"Ditargetkan pembangunan ini bisa digunakan pada tahun 2015 mendatang,\" imbuhnya. Disampaikan Widyo, untuk lapas di Bentiring, bangunan akan lebih luas tiga kali lipat dari Lapas Malabero. Direncanakan lapas Bentiring dapat menampung, dengan kapasitas 800 orang. “Kalau Lapas Bentiring ini selesai tepat waktu, narapidana seluruhnya akan dipindahkan ke sana. Di Lapas Malabero tinggal tahanan saja,” demikian Widyo. (609)
Lapas Overload, Anak Tak Perlu Penjara
Kamis 22-05-2014,14:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 23-06-2026,14:57 WIB
Tim DOK-TIF Universitas Bengkulu Wakili Regional di Astra Honda SDGs Future Leaders 2026
Selasa 23-06-2026,13:56 WIB
Wali Kota Bengkulu Minta Maaf kepada Tukiyem, Lurah Anggut Bawah Terbukti Langgar Disiplin ASN
Selasa 23-06-2026,13:21 WIB
Kapolda Bengkulu Tutup Speak Up Challenge Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen Polri Dengarkan Aspirasi
Selasa 23-06-2026,14:07 WIB
Wakil Bupati Bengkulu Selatan Dampingi Pangdam, KDKMP Jeranglah Rendah Disebut Layak Jadi Percontohan
Selasa 23-06-2026,13:29 WIB
Kasus Kredit Multiguna Bank Bengkulu Cabang Jakarta Bertambah, Mantan Kepala Cabang Resmi Jadi Tersangka
Terkini
Selasa 23-06-2026,17:28 WIB
Terungkap di Sidang! Saksi Bongkar Dugaan Modus Latifa, dari Double Input hingga Blur Laporan Keuangan
Selasa 23-06-2026,16:09 WIB
Dedy Wahyudi Beri Peringatan Keras ASN, Jangan Sakiti Rakyat Kecil
Selasa 23-06-2026,16:04 WIB
Pemkab Kaur Rotasi 22 Pejabat, Ini Pesan Sekda
Selasa 23-06-2026,16:00 WIB
Komitmen Transparansi Fiskal, Bupati Mukomuko Dukung Penuh Kanwil DJPb Bengkulu Raih Predikat WBBM
Selasa 23-06-2026,15:58 WIB